Balai Anak "Antasena" Berikan Bantuan Untuk 88 Anak Korban Erupsi Merapi

  • Balai Anak "Antasena" Berikan Bantuan Untuk 88 Anak Korban Erupsi Merapi
  • WhatsApp Image 2021-01-11 at 14.23.34
  • WhatsApp Image 2021-01-11 at 14.23.33 (1)
  • WhatsApp Image 2021-01-11 at 14.23.33

BOYOLALI (8 Januari 2021) - Kementerian Sosial hadir kembali dalam pemenuhan kebutuhan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK).  Kali ini Kementerian Sosial hadir memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada anak-anak yang menjadi pengungsi akibat erupsi Gunung Merapi. Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar yang merupakan implementasi program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) ini diberikan melalui Balai Anak "Antasena" Magelang yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial. 


Pemberian bantuan untuk anak pengungsi dilaksanakan di dua lokasi pengungsian di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, yaitu di Desa Klakah sebanyak 23 anak serta di Desa Tlogolele sebanyak 32 balita dan 33 anak, sehingga total anak pengungsi yang menerima bantuan adalah 88 anak.

 

Masing-masing anak menerima satu paket bantuan kebutuhan dasar berupa kebutuhan peningkatan gizi dan alat edukasi. Kebutuhan peningkatan gizi meliputi susu, biskuit, sereal, madu, minyak telon, popok dan minyak kayu putih, sedangkan alat edukasi meliputi buku tulis, pulpen, pensil, penggaris, rautan, tempat pensil, plastisin, puzzle, dan kertas lipat.

 

Arif Nurhidayat, Pekerja Sosial Balai Anak “Antasena” yang hadir mewakili Kepala Balai, menyerahkan langsung bantuan kepada anak-anak. "Semoga bantuan ini bisa membantu adik-adik dan berharap adik-adik semakin semangat belajar serta terhibur" ujarnya.

 

Kepala Desa Klakah Marwoto mengucapkan terimakasih atas kepedulian balai pada anak korban pengungsi erupsi Gunung Merapi. Marwoto juga mengatakan bahwa pengungsi Desa Klakah sudah kembali ke rumah masing-masing, namun anak-anak masih rutin mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) di lokasi pengungsian Desa Klakah.

 

Fransisca Dian Wasistaningsih, Bendahara Desa Tlogolele juga menyampaikan terimakasih atas perhatian balai. "Terimakasih telah memperhatikan warga kami. Bantuan sangat bermanfaat bagi anak pengungsi. Anak-anak jadi senang dan terhibur" Jelasnya.

 

"Para pengungsi tinggal di lokasi pengungsian sejak tanggal 10 November 2020. Mereka merasa jenuh, beberapa pengungsi datang dan pulang ke rumah. Mereka pulang untuk menengok rumah, merawat ladang dan memberi makan ternak" lanjutnya. 

 

Data dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA) menyebutkan Pengungsi di Desa Tlogolele terdiri dari 32 balita, 33 anak, 30 lansia, 73 Dewasa, 4 disabilitas, dan 1 ibu hamil. 

 

Selain menyalurkan bantuan, petugas Balai Anak "Antasena" juga memberikan kegiatan dinamika kelompok seperti bernyanyi dan bermain bersama anak-anak. 

 

Sebelum pemberian bantuan, pada tanggal 5 Januari 2021 Balai Anak "Antasena"  telah melaksanakan asesmen korban erupsi gunung merapi di Kec. Selo Kab. Boyolali. Asesmen dilakukan bekerjasama dengan Taruna Siaga Bencana dan Sakti Peksos Kab. Boyolali.

 

 

 


Penulis :
Humas Balai Antasena Magelang
Editor :
David
Penerjemah :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial

Bagikan :