BST, Penyambung Asa di Tengah Pandemi

  • BST, Penyambung Asa di Tengah Pandemi
  • WhatsApp Image 2020-05-29 at 8.29.42 AM
  • WhatsApp Image 2020-05-29 at 8.29.41 AM (2)
  • 15907164228055
  • 15907164181371

Penulis :
Fakhrudin dan Kikan
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Intan Qonita N

BOGOR (28 Mei 2020) - Jadwal siswa Sekolah Dasar belum lagi kembali normal di masa pandemi COVID-19. Namun, di SDN Cilendek Timur 1, Bogor Barat, Kota Bogor tampak beberapa orang dewasa terlihat silih berganti datang.

Bukan untuk urusan anak sekolah, tapi mereka hadir untuk mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST).

BST merupakan bantuan tunai yang diberikan secara langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak COVID-19 yang disalurkan Kementerian Sosial melalui PT Pos Indonesia. 

Setiap KPM berhak atas bantuan sebesar Rp600.000 yang ditujukan untuk pembelian bahan pangan selama pandemi COVID-19 berlangsung. Diharapkan, bantuan mampu meringankan beban KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Kepala Kantor Pos Bogor R. Bagus Muhammad Yusuf mengatakan untuk mencairkan bantuan, KPM cukup membawa asli kartu identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat pemberitahuan dari PT Pos Indonesia.

Pada Kamis (28/5), penyaluran salah satunya dilaksanakan di wilayah Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dalam kesempatan itu, KPM terdampak COVID-19 mengungkapkan rasa syukur atas disalurkannya BST.

Salah satunya Khaerudin, KPM yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Di masa pandemi COVID-19, pendapatannya sebagai pengemudi ojek online berkurang drastis. 

“Biasa bawa pulang Rp180.000 sehari, sekarang paling hanya Rp70.000. Padahal berangkat jam 6 pagi hingga jam 10 malam. Bahkan seminggu pernah tidak dapat order sama sekali,” kenangnya. 

Ia pun terpaksa berhutang uang ke kerabat dekat untuk memenuhi kebutuhan istri dan 2 anaknya. 

Alhamdulillah pemerintah memberikan bantuan,” ujarnya tersenyum sumringah.

Senada dengan Khaerudin, Syahrul Ramadhan (23) pun berucap syukur. Loper koran yang terpaksa harus kehilangan pendapatan karena imbas ditutupnya perkantoran itu merasa sangat terbantu. 

“Banyak kantor yang libur. Otomatis pengiriman koran menurun. Sekitar 40 persen penurunannya,” jelas bapak satu anak itu. 

Berkat pemberian BST, ia dapat menyambung hidup bersama keluarga kecilnya.

Selama pandemi, banyak masyarakat menjadi rentan miskin. Dengan BST, perekonomian keluarga rentan seperti Khaerudin dan Syahrul diharapkan dapat bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit ini.
نشر :