Dirjen PFM: Pembangunan Harus Berdimensi Sosial, Ekonomi, dan Ramah Lingkungan

  • Dirjen PFM: Pembangunan Harus Berdimensi Sosial, Ekonomi, dan Ramah Lingkungan
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.41.37 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.39.39 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.42.32 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.42.38 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.42.15 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.42.25 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.42.02 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.42.08 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.41.55 PM
  • WhatsApp Image 2020-07-17 at 9.41.43 PM

Penulis :
Adi Nurachman
Editor :
David Myoga
Penerjemah :
Ferenia Febi A; Karlina Irsalyana

JAKARTA (17 Juli 2020) – Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama menyampaikan bahwa pembangunan harus berdimensi sosial, ekonomi, dan ramah lingkungan. “Sesuai dengan perpres No. 59 tahun 2017 tentang pembangunan berkelanjutan, bahwa pembangunan apapun harus berdimensi sosial, ekonomi, dan ramah lingkungan sehingga ekonomi maju diikuti dengan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Dirjen PFM dalam kegiatan Konsolidasi dan Pengembangan UMKM Lintas Kementerian/Lembaga dan Stakeholder.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dilaksanakan di Auditorium lantai II Kemenkop UKM. Pemimpin kegiatan adalah Sekretaris Kemenkop UKM, Rully Indrawan dengan beberapa narasumber yang berasal dari Tim Kompas. Sekretaris Kemenkop UKM dalam pembukaannya menyampaikan perlunya strategi pengembangan dan peningkatan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19. “Harus ada saling sinergi lintas KL berdasarkan hasil riset lapangan untuk mengembangkan dan mempertahankan UMKM di tengah pandemi COVID-19 karena mempengaruhi perekonomian Indonesia,” kata Sekretaris Kemenkop UKM.

Tim Kompas sebagai narasumber yang dipimpin Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Sutta Dharmasaputra memaparkan hasil riset yang telah mereka lakukan mengenai pengembangan UMKM, dengan salah satu contoh penelitian mereka di Sukabumi. Tim Kompas menyampaikan bahwa saat ini banyak UMKM mulai beradaptasi dengan sistem online agar tetap bertahan hidup dan roda perekonomian tetap berjalan, khususnya UMKM milik milenial. “Pendekatan saat ini seharusnya menuju online, apalagi di tengah pandemi, sehingga cara konvensional seharusnya tidak dilakukan lagi,” ujar salah satu narasumber dari tim Kompas.

Hadir pada kesempatan tersebut beberapa perwakilan dari berbagai kementerian, salah satunya Kementerian Sosial yang diwakili oleh Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Asep Sasa Purnama serta Bupati Subang, H. Ruhimat. Dirjen PFM menyampaikan bahwa strategi untuk pengembangan UMKM harus dijalankan dengan baik, terutama dalam membangun gotong royong di dalam masyarakat agar semakin kuat dalam memutar roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan. “Dengan gotong royong, dengan kerja bersama, tantangan termasuk peluang yang ada ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Dirjen PFM.

نشر :