Karang Taruna Citra Pemuda Olah Sampah Menjadi Rupiah

  • Karang Taruna Citra Pemuda Olah Sampah Menjadi Rupiah
  • WhatsApp Image 2021-05-23 at 21.57.47 (1)
  • WhatsApp Image 2021-05-23 at 21.57.47
  • 16218566531924
  • 16218566539915
  • 16218566201643
Kementerian Sosial terus dorong kiprah generasi muda melalui Karang Taruna untuk terus berinovasi dan melakukan hal-hal yang positif.

Karang Taruna Citra Pemuda Desa Laksana Mekar Kabupaten Bandung Barat memiliki program yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Salah satu program yang dijalankan adalah mengubah sampah menjadi rupiah. Ini dilakukan melalui pengolahan sampah serta budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly).

Dukungan dari aparat desa dan pemerintah daerah sangat baik. Sekretaris Desa Laksana Mekar Kohar menyampaikan bahwa Karang Taruna Desa Laksana Mekar aktif bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, kreativitas, dan kebersihan lingkungan. Yang selama 3 tahun ini dilakukan adalah pengolahan sampah, dengan memilah sampah organik dan non organik.

"Pengolahan sampah yang dilakukan Karang Taruna ini sudah dilakukan selama tiga tahun. Inisiatif dari Karang Taruna untuk membersihkan sampah dilingkungan rumah tangga," ucap Kohar.

Awalnya Bambang, Ketua Karang Taruna Desa Laksana Mekar Kabupaten Bandung Barat merasa tergerak karena masalah sampah di lingkungan sekitarnya. Banyaknya sampah berserakan dimana-mana membuat lingkungan Desa Laksana Mekar menjadi tidak indah.

Akhirnya, Bambang mengajak para pemuda di Desa tersebut untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan sampah. Melalui pelatihan dan pertemuan bersama aparat desa, Bambang mulai berinisiatif untuk memilah sampah. Sampah organik dan non organik dipilah kemudian diolah supaya tidak menjadi limbah.

"Saya berfikir bagaimana caranya anak muda bisa bergabung dalam satu desa. Awalnya dimulai dengan kerja bakti bersih-bersih desa. Disitulah kemudian muncul ide dan chemistry serta keinginan untuk memajukan Desa Laksana Mekar dari segi UMKM dan UEP. Salah satunya melalui pengolahan sampah yang dipilah kemudian ada juga sampah non organik yang dijual," jelas Bambang.

Bekerjasama dengan PKK dilingkungan Desa Laksana Mekar, Bambang mengolah sampah organik melalui budidaya maggot BSF. Maggot BSF adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Selama masa hidupnya maggot BSF mengkonsumsi makanan organik, misalnya sampah organik.

Maggot BSF ini juga bisa membantu permasalahan sampah organik yang menggunung. Sekitar 750 kg maggot BSF mampu mengurai sekitar 2 ton sampah organik hanya dalam kurun waktu 2-3 minggu.

Selain dapat mereduksi jumlah limbah tidak baik di sekitar kita, larva BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang laku dijual. Meski dikelompokkan sebagai lalat, BSF tidak hinggap di sampah dan tidak membawa penyakit.

Hasil budidaya maggot sangat banyak. Mulai dari pakan ternak, sampai menjadi pupuk kompos yang sangat baik untuk tanaman. Ini menjadi bisnis yang dapat dijalankan oleh Karang Taruna bersama warga masyarakat.


Penulis :
Humas Dayasos
Editor :
Humas Dayasos; Intan Qonita N
Penerjemah :
Fia Arista Dewi

Bagikan :