Karang Taruna Kecamatan Cibinong Berdayakan Masyarakat Lewat Pertanian

Karang Taruna Kecamatan Cibinong Berdayakan Masyarakat Lewat Pertanian
CIBINONG (8 Mei 2021) - Di atas lahan seluas 1,6 hektar, sekelompok pemuda Karang Taruna Kecamatan Cibinong beraktivitas bertani dan mengembangkan bibit ikan, sekaligus menjadi fasilisator bagi masyarakat sekitar. Dian Asmara, Koordinator Posko Karang Taruna Kecamatan Cibinong, Bogor, saat dikunjungi di lahannya, RT 1/9 Kelurahan Tengah, Cibinong, Jumat (30/4/2021) menerangkan, lahan itu dikelola lima orang anggota Karang Taruna.

Bahkan saat ini, ada kegiatan pembibitan alpukat yang dilakukan masyarakat, yang dimodali oleh Karang Taruna. Kelak penghasilannya tidak diatur atau dibatasi Karang Taruna. 

"Dalam artian, mereka memberikan hasil buah alpukat pada Karang Taruna, dalam bentuk hadiah," ujar Dian. Caranya, dari hasil harga jual bibit pohon, setelah dihitung dan warga yang membibitkan sudah mendapat kelebihan untuk bisa berbagi. Warga itu yang menentukan berapa yang bisa dibagi untuk Karang Taruna.

"Kami tidak ingin ada sistem buruh, jadi mereka (petani) juga adalah pemilik," ujarnya. Jadi, bila warga ingin mempunyai penghasilan yang besar, maka dia harus merawat bibit-bibitnya dengan baik.

Diceritakan Dian, kegiatan di Karang Taruna ini berhasil menginspirasi masyarakat sekitar. Sehingga, mampu memunculkan kelompok-kelompok tani di masyarakat. Sedikitnya ada tujuh Kelompok Tani (Poktan), yang tiap kelompoknya beranggotakan 5 - 10 orang.

Demikian Karang Taruna Kecamatan Cibinong memotivasi, menginspirasi, serta menjadi fasilitator masyarakat sekitar, tanpa mendominasi. "Mereka bebas dalam menjual hasil mereka," kata Dian sembari mengusap peluhnya usai beraktivitas di kebun siang hari.

Kegiatan yang dilakukan tidak hanya di bidang pertanian saja. Tapi juga perikanan, yakni upaya pembibitan yang sekaligus dibantu hingga  pemasarannya.

Bagi Dian, sudah tidak ada lagi pemikiran masuk Karang Taruna sekedar berorganisasi, kumpul-kumpul, melakukan kegiatan seremonial. Bagi Dian itu sudah tidak ada lagi.

"Saya pikir mengapa kita nggak bisa, mengapa Karang Taruna nggak bisa?" ujar pria berusia 43 tahun itu. Maka, digaraplah lahan seluas 1,6 hektar yang semula hutan bambu menjadi lahan pertanian dan pembibitan ikan. Sebagai markas/posko, awalnya didirikan saung dari bambu, beratapkan plastik banner bekas yang disambung-sambung.

Sekarang, dari kegiatan pertanian dan pembibitan ikan, Karang Taruna sudah mempunyai omset mencapai Rp 15 juta per bulan. Penghasilan yang diperoleh, selain untuk membayar biaya operasional juga untuk pengembangan kegiatan baru.

Seperti kalau awalnya pembenihan lele, terus berkembang budidaya nila, koi, lalu ikan mas. Permintaan bibit ikan sampai ke Tangerang dan Karawang. Tingginya permintaan bibit, membuat Karang Taruna tidak sempat membesarkan ikan-ikan yang dipeliharanya.

Untuk pertanian mulai dari anggur, butternut squash atau labu madu, jambu kristal, jeruk, alpukat, pisang varigata, kini juga tengah disiapkan untuk tanaman cabai dan lainnya. Karang Taruna Kecamatan Cibinong juga melakukan kegiatan Dharma Pohon dengan membagikan 300 bibit labu madu ke masyarakat tiga bulan yang lalu.

"Masyarakat yang sudah menanam dan tanamannya sudah berbuah melakukan Dharma Buah. Yakni membagikan buah pumpkinnya pada tetangganya yang belum sempat menanam. Empat bulan lalu, Karang Taruna memperoleh kiriman jeruk dari petani binaan. Jeruk tersebut dibagikan ke masyarakat sekitar, satu kilogram per kepala keluarga (KK)," ungkapnya.

Bicara mengenai kerja sama, Dian mengungkapkan, pihaknya sempat memperoleh bantuan dari sebuah perusahaan di Kalimantan Timur sebagai modal pertama sebesar Rp 420 juta. "itu yang dijadikan modal pertama kami," ujarnya.

Tidak hanya pengembangan ekonomi. Di sisi edukasi, Karang Taruna Kecamatan Cibinong juga berkolaborasi dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) melakukan pembinaan dan terapi untuk anak disabilitas setiap Selasa dan Kamis bertempat di saung kebun pertanian. Pesertanya lintas kecamatan, ada yang dari Cibinong, Citeurep, atau Bojong Gede. Tujuannya untuk membantu orangtua yang anaknya disabilitas, tapi tak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah khusus.

Dalam hal ini, Karang Taruna Kecamatan Cibinong tidak memungut biaya. Saat ini terdapat 22 anak peserta yang dididik oleh 4 tenaga dari PPDI. Mereka juga berencana untuk membina ibu-ibu PKK, guna bisa membuat penganan dengan bahan baku pumpkin.

Tak berhenti di situ. Di bidang pemberdayaan lainnya, Dian dan kawan-kawannya juga melakukan pembinaan fisik dan kedisiplinan kepada eks pecandu narkoba dengan berbagai pelatihan di fasilitas perkebunan dan perikanan di sana. "Setelah mereka benar-benar sembuh kita bantu arahkan mereka tuk berkarya atau bekerja sesuai bidang mereka masing-masing," begitu terang Dian. Masih banyak lagi bidang pemberdayaan lain yang mereka lakukan seperti pelatihan satpam (security) dan bidang pengamanan swasta.

Atas berbagai capaian Karang Taruna Kecamatan Cibinong, pada bulan November 2020 yang lalu, Kemeterian Sosial mengapresiasi dengan memberikan dukungan bantuan sebesar Rp.49.600.000,- yang bersumber dari dana hibah dalam negeri. Dana hibah ini berasal dari hasil penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah (UGB) yang dilakukan oleh dunia usaha, yang izin penyelenggaraannya diberikan oleh Kemensos. Kini, dana bantuan tersebut telah dimanfaatkan untuk penambahan potensi kegiatan pemberdayaan, pembuatan dan rekondisi kolam, serta pembelian bibit ikan dan indukan ikan.

Dalam hal ini dunia usaha secara tidak langsung turut membantu pemberdayaan masyarakat. "Kami memberikan bantuan untuk mengembangkan apa yang sudah dilakukan Karang Taruna di sini," ujar Direktur Direktorat Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat (PSPKKM) Serimika BR Karo, pada penyerahan bantuan waktu itu.

Sebagai Pilar-Pilar Sosial yang terkait erat dengan penyelenggaraaan kesejahteraan sosial, karang Taruna Kecamatan Cibinong mungkin menjadi contoh Karang Taruna di masa kini dan masa depan. Kegigihannya pun patut diapresiasi, Bukan sekedar organisasi pemuda biasa, tetapi juga menjadi kumpulan pemuda fasilitator masyarakat.

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial

Penulis :
Biro Humas

Bagikan :