Kemensos Masih Terus Pulihkan Korban Bencana di NTT

Kemensos Masih Terus Pulihkan Korban Bencana di NTT
SUMBA TIMUR (14 April 2021) - Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas dan Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Suweno" hingga saat ini masih terus mendukung upaya penanganan bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disebabkan oleh Siklon Tropis Seroja

Sesuai arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini bahwa penanganan usai masa tanggap darurat bencana tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi ada Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dan trauma healing bagi korban bencana

Hadi Suyono, Pekerja Sosial Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Suweno" mengatakan bantuan yang diberikan kepada kelompok rentan yaitu penyandang disabilitas. Ada empat (4) kegiatan yang dilakukan di Sumba Timur yaitu bantuan sembako, asesmen, pemeriksaan kesehatan dan layanan dukungan psikososial.

Bantuan sembako sebanyak 50 paket terdiri dari 10 kg beras, 2 Liter minyak goreng, 1 kardus me instan, 1 kg gula pasir dan 1 papan telur disalurkan kepada penerima manfaat di dua LKS, yaitu: Panti Asuhan Bhakti Luhur sebanyak 28 orang dan SLB Kanatang sebanyak 22 orang.

Suster Yasinta Nasak Kepala Panti Asuhan Bhakti Luhur menyampaikan, bantuan yang diserahkan ini sangat berguna untuk anak asuh kami yang juga merupakan korban bencana banjir, terima kasih kepada Kementerian Sosial dan Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Suweno" yang memperhatikan  anak-anak kami, begitu juga yang disampaikan Kepala SLB Kanatang

Selain memberikan bantuan sembako, tim dari Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Suweno" juga melakukan asesmen kepada tiga penyandang disabilitas yaitu Elemek (21 tahun, penyandang disabilitas fisik), Ani (24 tahun, penyandang disabilitas sensorik rungu wicara) dan Louis (19 tahun, penyandang disabilitas sensorik rungu wicara). Ketiganya berminat untuk mengikuti pelatihan rehabilitasi vokasional di Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Suweno".

Kemudian Ina Fathonah, perawat dari Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Suweno" melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 7 (tujuh) warga. Mereka mengalami hipertensi karena kecemasan akibat bencana yang terjadi dan kelelahan fisik karena membersihkan rumah dan lingkungan nya.

Selanjutnya tim menuju Panti Asuhan Bakti Luhur untuk memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terhadap penerima manfaat yang tinggal di panti. Erick (10 tahun) salah seorang penyandang disabilitas fisik masih dibayangi trauma karena melihat dan hanya bisa berdoa agar Tuhan melindungi dirinya

Bentuk kegiatan yang diberikan adalah permainan bola warna warni agar menghilangkan rasa trauma akibat banjir. Suster Yasinta menyampaikan Terima kasih, karena tim Balai Besar Vokasional Disabilitas "Inten Soeweno" sudah membuat anak-anak bergembira dan sudah bisa melupakan kejadian bencana. 



Penulis :
Humas Balai Vokasional Disabilitas Inten Suweno
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :