Kemensos Menjangkau Tiga Anak yang Tinggal Sendiri

Kemensos Menjangkau Tiga Anak yang Tinggal Sendiri
Penulis :
Humas Balai Anak Paramita Mataran
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

KARANG ASEM (15 April 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Anak "Paramita" melakukan respon kasus kepada 3 anak  yang merupakan anak yatim piatu yang harus tinggal sendiri sepeninggal orang tua mereka beberapa tahun yang lalu, ketiganya Komang Desi 16 tahun, Ketut Pait 13 tahun dan I Wayan Dika 7 tahun tinggal sendiri di Banjar Muntigunung Tengah, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Bali.

Tinggal di lereng perbukitan yang jauh dari kota membuat tim harus berganti transportasi  karena hanya kendaraan tertentu yang bisa sampai ke lokasi anak-anak tersebut.

Sesuai instruksi Menteri Sosial, Tri Rismaharini bahwa Balai Besar/Balai/Loka harus merespon cepat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang ditemukan di masyarakat, oleh karenanya Tim Paramita ditugaskan ke lapangan utk menjangkau kasus tersebut. Didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, I Wayan Sukerena, tim Balai berbincang-bincang cukup lama dengan ketiga anak tersebut. Dari penuturan Komang Desi bahwa dia mengerjakan sendiri pekerjaan dari mulai dari memasak, menjalankan pekerjaan rumah tangga dan menjaga si bungsu yang belum bersekolah.

Berdasarkan hasil asesmen TKSK dan Sakti Peksos, diperoleh hasil asesmen kebutuhan ketiganya antara lain: kebutuhan orang tua asuh, perlengkapan tempat tidur, peralatan dapur, pakaian sekolah dan pakaian sehari-hari serta sembako sebagai kebutuhan pokok utama.

Terkait bantuan, ketiganya telah terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sehat (KIS) bantuan pemerintah, bedah rumah tahun 2011-2012 dan adanya program Desaku Menanti pada tahun 2018.

I Ketut Supena, Kepala Balai Anak Paramita mengatakan, “kami melakukan respon kasus ketiga anak tersebut untuk memastikan kondisi mereka. Kami berusaha memberikan alternatif solusi sebagai upaya intervensi Balai Anak "Paramita" atas hasil asesmen kebutuhan dari mereka bertiga. Dan Tim juga sudah bertemu dengan  sepupu dari ketiga anak tersebut dan dari diskusi dengan sepupunya bahwa dia sudah  merasa memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengasuhan dan pengawasan dari ketiga anak tersebut tersebut. Ini penting, karena mereka membutuhkan sosok pengganti orang tua yang telah tiada".

Selanjutnya di akhir kunjungan Tim Balai Anak "Paramita" Kementerian Sosial  memberikan bantuan barang dari program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak, antara lain: Beras 25 kg, 3 kotak dancow 400gr, 3 minyak Sabrina, 3 Bungkus biscuit Roma Kelapa, 1 ember, 1 lusin gelas, 1 termos, 1 wajan, 1 Sutil, 1 panci, setengah lusin  jembung, setengah lusin piring, 1 lusin gorengan, 1 talenan. 

Komang Desi, menyampaikan "ucapan terimakasih kepada Balai Anak "Paramita" Kementerian Sosial yang telah membantu memberikan bantuan alat memasak dan makanan kepada kami".
نشر :