Kemensos Siapkan Layanan Pasca Tanggap Darurat Bencana bagi Pengungsi Anak di NTT

Kemensos Siapkan Layanan Pasca Tanggap Darurat Bencana bagi Pengungsi Anak di NTT
ADONARA (28 April 2021) - Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah menurunkan 6 kloter petugas dalam melaksanakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) langsung terhadap anak-anak yang berada di lokasi pengungsian sejak Tanggal 4 April 2021 lalu.

Menghadapi masa tanggap darurat bencana yang akan segera berakhir pada Tanggal 1 Mei mendatang, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait persiapan pasca tanggap darurat bencana, khususnya bagi pengungsi anak di Pulau Adonara NTT.

Salah satu usulan yang akan dilaksanakan pasca tanggap darurat bencana ialah adanya pelatihan LDP bagi pihak-pihak yang berperan penting dalam proses pemulihan kondisi psikososial anak. 

Kegiatan ini merupakan permintaan dari Pemerintah Daerah setempat dikarenakan adanya kekhawatiran yang dirasakan terhadap keberlanjutan proses pembelajaran anak-anak apabila para petugas pusat dan relawan sudah selesai bertugas dan meninggalkan lokasi pengungsian.

"Saya berharap ada pelatihan pendampingan psikososial terhadap guru-guru kami, karena selama ini hanya diajarkan bagaimana menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas, tidak diajarkan bagaimana cara melakukan pendampingan psikososial sehingga meski masa tanggap darurat berakhir, tetap ada pendampingan psikologis dan tetap dilaksanakan pembelajaran secara edukatif dan rekreatif", ungkap John selaku Kabid SD dan SMP Dinas Pendidikan Flores Timur.

Kekhawatiran pasca tanggap darurat bencana tersebut sangat wajar dirasakan karena dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana, semua relawan akan meninggalkan posko pengungsian, sedangkan di sisi lain masih ada masyarakat yang tinggal di pengungsian selama hunian tetap belum siap untuk ditempati. 

“Menjadi korban bencana banjir jangan sampai membuat anak-anak kehilangan semangat dan gairah untuk melanjutkan pembelajaran formal. Pasca Tanggal 1 Mei 2021, tidak akan ada lagi relawan-relawan dan petugas-petugas pusat yang mendampingi anak-anak bermain dan belajar di posko-posko pengungsian disini. Guru-guru lokal kami pun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi dan mengajar  anak-anak  di posko-posko pengungsian, sementara guru-guru itu sendiri menjadi bagian dari korban bencana. Oleh karena itu, penting bagi guru-guru untuk dibekali pengetahuan dan keterampilan mendampingi anak-anak belajar dalam bencan”, tambah John.

Untuk menjawab kekhawatiran Bapak John dari Dinas Pendidikan, Kemensos akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan pelatihan LDP bagi guru, orang tua, masyarakat, pendamping, serta masyarakat lokal dapat terlaksana. "Melalui kegiatan ini nantinya kami berharap agar anak tetap memiliki semangat belajar walaupun dalam situasi pengungsian", ujar Dede Nurdin, salah satu Pekerja Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak.

"Dalam pelaksanaan Pelatihan LDP ini, kami rencananya akan berkolaborasi dengan Yayasan Caritas yang bergerak di bidang kemanusiaan, Dinas Pendidikan, Karang Taruna, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kementerian Agama yang menaungi MI, MTS dan MAN", tutur Ema, Pekerja Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak. 

Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai Dinas dan Lembaga terkait, pelatihan LDP ini disambut baik dengan adanya kesiapan untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Pelatihan LDP bagi guru dan pendamping lokal di Pulau Adonara nantinya diharapkan dapat membantu anak-anak dalam pengungsian agar dapat menjalani proses belajar mengajar dengan baik dan ceria.

Penulis :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :