Tangis Haru dan Bahagia Keluarga Sambut Reunifikasi L oleh Kemensos ke Ponorogo

  • Tangis Haru dan Bahagia Keluarga Sambut Reunifikasi L oleh Kemensos ke Ponorogo
  • 16168405451514
  • 16168405423309
  • 16168405555090

Penulis :
Humas Balai Disabilitas Phala Martha Sukabumi
Editor :
Aryokta Ismawan
Penerjemah :
Intan Qonita N

PONOROGO (26 Maret 2021) - Isak tangis berlinang di mata dan wajah ibu, saudara kandung serta keluarga. Suasana haru dan bahagia menyambut kedatangan L setelah terpisah 4 tahun lamanya, tanpa diketahui keberadaanya.

“Sudah lama kami mencari dan menantikan L bisa kembali. Setiap hari kami menangis dan berdoa. Dan  alhamdulillah hari ini kami bersyukur bisa bertemu kembali dengan L,” ucap Ibunya L

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Sosial dan semua pihak, akhirnya anak saya bisa kembali. Mulai sekarang kami akan menjaga L dan tidak akan membiarkan pergi lagi," lanjutnya.

Kementerian Sosial melalui Balai Disabilitas Phala Martha wujudkan reunifikasi L dan bayinya ke Ponorogo. Tim dipimpin oleh Umar Khaerudin Sub Koordinator Seksi Asesmen dan Advokasi Sosial, didampingi oleh Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial.

“Alhamdulillah pada hari ini L dan bayinya yang ditemukan terlantar di Kabupaten Bogor, dapat kami kembalikan dan pertemukan dengan keluarganya di Ponorogo Jawa Timur.  Kami dari Kementerian Sosial melalui Balai Phala Martha akan menyerahkan Ibu L dan bayinya kembali pada keluarga dan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo,” ucap Umar.

“Kami berharap ibu L dan bayinya dapat dibimbing dan dibina oleh keluarganya. Setelah berada dalam keluarga, semoga ibu L dapat segera pulih dengan dukungan dan perhatian dari keluarga. Bayinya, diharapkan memperoleh pengasuhan, perawatan, dan perlindungan yg baik sehingga bayinya dapat tumbuh kembang dengan sehat,” lanjut umar.

Supriadi, selaku Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ponorogo menyambut dan menerima L dan bayinya yang diserahkan oleh Kementerian Sosial.

“Kami atas nama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Sosial khususnya Balai Phala Martha atas kerja keras sehingga dapat terwujud reunifikasi L dan bayinya ke lingkungan keluarga dan masyarakat di Ponorogo,” ucap Supriadi.

“Ini tentunya sangat luar biasa bagi L dan keluarga, karena sudah 4 tahun terpisah dan alhamdulillah hari ini  telah kembali dan bisa bertemu. Kami berharap kepada keluarga, bayi dari  L dapat dirawat sebaik-baiknya agar dapat tumbuh dengan sempurna dan mempunyai masa depan yang cemerlang,” harapnya.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemantauan dan menyiapkan bantuan sosial yang diperlukan sehingga L dan bayinya dapat dalam kondisi yang baik. Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Baznas yang nanti akan merecovery seluruh proses lanjutan bagi L dan keluargnya,” tambah Supriadi.

Supriadi juga mengatakan kepada keluarga L, ketika membutuhkan sesuatu misalkan terkait data identitas maupun kebutuhan dasar agar menyampaikan langsung kepada Dinas Sosial melalui Kepala Desa.

“Yang terpenting kepada Bapak Kepala Desa, agar L segera pastikan dan urus agar masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena apabila belum masuk dalam DTKS, kami akan sulit untuk mengakses bantuan sosial yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial, Provinsi maupun Kabupaten,” pungkas Supriadi.

Kedatangan L dan bayinya disambut oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo serta jajarannya, Kepala Desa Jimben, Tagana, Ibu dan saudara kandung L serta keluarga besarnya.

Selanjutnya dalam rangkaian proses reunifikasi, tim Phala Martha besok pagi akan langsung mendatangi rumah keluarga L untuk melaksanakan Layanan Dukungan Psikososial ke lingkungan keluarga dan Masyarakat.
نشر :