Kemensos Pastikan Warga Rentan di Tarakan Mendapat Bantuan Program ATENSI

  • Kemensos Pastikan Warga Rentan di Tarakan Mendapat Bantuan Program ATENSI
  • WhatsApp Image 2021-10-29 at 11.55.53
  • WhatsApp Image 2021-10-29 at 11.55.53 (1)
  • WhatsApp Image 2021-10-29 at 11.55.52

Penulis :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial
Editor :
David
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

TARAKAN (29 Oktober 2021) - Kementerian Sosial memastikan warga rentan di wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara dapat mengakses program-program Kementerian Sosial, salah satunya program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). 

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan ATENSI sejumlah total Rp. 764.375.000 kepada warga rentan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penyerahan bantuan dilakukan di Royal Hotel Tarakan kepada warga rentan yang terdiri dari anak, penyandang disabilitas dan lanjut usia.

"Ini tugas kita (Kementerian Sosial). Kita juga terima masukan dari daerah. Kita tampung data warga rentan dari daerah. Jika penerima manfaat itu jauh rumahnya, akan kita salurkan langsung ke kediamannya," ungkap Mensos Risma.

Bantuan ATENSI berdasarkan asesmen kebutuhan ini diberikan dalam bentuk buku tabungan untuk 26 anak yatim, piatu dan yatim piatu, bantuan kewirausahaan untuk 80 orang, bantuan aksesibilitas untuk 21 orang dan bantuan kebutuhan dasar untuk 207 orang.

Sejak masa kepemimpinannya, semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial diarahkan untuk menjalankan multi layanan, yaitu tidak hanya fokus pada penanganan anak, tetapi juga lanjut usia, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan Napza serta tuna sosial dan korban perdagangan orang.

Mensos Risma juga mengatakan pihaknya akan merespon cepat berbagai permasalahan sosial dan memberikan bantuan berdasarkan hasil asesmen dari pilar-pilar sosial di masyarakat, seperti pendamping rehsos.

Hal ini diakui oleh Anggota Komisi III DPD RI, Hasan Basri bahwa Kementerian Sosial sangat responsif. "Kementerian Sosial sangat responsif terhadap permasalahan sosial. Kami punya satu grup whatsapp bersama Bu Mensos untuk membahas berbagai permasalahan sosial dari Sabang sampai Marauke, salah satunya di Kalimantan Utara ini," jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa Kementerian Sosial membuktikan pemerintah hadir dan memprioritaskan penanganan warga terdampak Covid-19 seperti anak yatim, piatu dan yatim piatu di Kalimantan Utara. Hal ini membuatnya semakin dekat dengan warga Kalimantan Utara yang saat ini terdampak Covid-19.

M. Ridho Ridwansyah, penerima bantuan ATENSI anak yang duduk di kelas 1 SMA senang menerima dukungan dari pemerintah. "Saya bersyukur, ini dukungan kepada saya untuk tetap semangat sekolah. Saya ingin mewujudkan permintaan bapak yang terakhir, yaitu bapak ingin saya jadi polisi," kenangnya.

Begitu juga dengan M. Gabriel yang tetap semangat walau berada dalam kondisi disabilitas. Sebelum dapat bantuan kaki palsu, ia hanya pakai tongkat dan bekerja sebagai nelayan. ia beharap dengan kaki palsu ini, ia semakin semangat bekerja dan mobilitasnya semakin lancar,

"Jangan pernah putus asa walau kita ada kekurangan. Dengan kekurangan itu kita berfikir. Orang lain bisa, kita juga pasti bisa," ungkapnya memotivasi teman-teman dalam kondisi yang sama.

Bantuan ATENSI di Kota Tarakan ini dikelola oleh Balai Budi Luhur Banjarbaru, Balai Besar Prof. Dr. Soeharso Surakarta dan Balai Gau Mabaji Gowa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI , Komite III DPD RI, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Sosial RI, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial, Walikota Tarakan dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara.
Bagikan :