Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI di Kendal, DPR RI Apresiasi dan Pastikan Sampai ke Masyarakat

  • Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI di Kendal, DPR RI Apresiasi dan Pastikan Sampai ke Masyarakat
  • WhatsApp Image 2021-09-24 at 07.13.20 (1)
  • WhatsApp Image 2021-09-24 at 07.13.18 (1)
  • WhatsApp Image 2021-09-24 at 07.13.17
KABUPATEN KENDAL (23 September 2021) - Kementerian Sosial terus mengupayakan penanganan warga rentan di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan melalui Dukungan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini senilai total Rp. 981.148.000,- di Gelanggang Olahraga Sasana Krida Bahurekso Kendal, Jawa Tengah.

Penanganan melalui dukungan ATENSI ini akan disalurkan ke penerima manfaat di beberapa wilayah di Jawa Tengah, yaitu Banyumas, Batang, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Kota Salatiga, Kudus, Pati, Pekalongan, Pemalang, Semarang dan Sleman.

"Hari ini penyaluran bantuan kepada penerima manfaat yang sudah kita asesmen, salah satunya seperti penyandang disabilitas dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)", kata Mensos Risma.

Penerima manfaat tersebut terdiri dari penerima manfaat anak, lanjut usia, korban penyalahgunaan Napza serta tuna sosial dan korban perdagangan orang.

Dukungan ATENSI ini terdiri dari bantuan aksesibilitas untuk 23 penerima manfaat, bantuan kewirausahaan untuk 118 penerima manfaat, bantuan kebutuhan dasar untuk 284 penerima manfaat, bantuan pelatihan untuk 57 penerima manfaat dan bantuan anak yatim, piatu dan yatim piatu untuk 937 anak . 

Bantuan aksesibilitas yang diberikan berupa motor roda tiga, tongkat penuntun adaptif dan kursi roda medis. Kemudian bantuan kewirausahaan berupa peralatan jahit, ternak, outlet pulsawarung klontong, usaha jualan pakaian, dan usaha jus buah. Bantuan kebutuhan dasar yang diberikan berupa sembako dan kebutuhan sehari-hari.

Selanjutnya, bantuan kebutuhan pelatihan seperti pelatihan kursus mengemudi dan bantuan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 berupa rekening tabungan senilai Rp. 200 ribu/bulan bagi anak usia sekolah dan senilai Rp. 300 ribu/bulan bagi anak yang belum sekolah.

Bantuan ATENSI ini dikelola oleh balai-balai rehabilitasi sosial yaitu, Balai Besar Besar Inten Soeweno Bogor, Balai Besar Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Balai Margo Laras Pati, Balai Paramita Mataram, Balai Satria Baturraden, Balai Antasena Magelang dan Balai Besar Kartini Temanggung.

Mensos Risma memberikan motivasi dan kekuatan kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu. 

"Jika kalian ada masalah, tidak boleh lari, tidak boleh melakukan kenakalan remaja, apalagi mengenal narkoba. Kalian semua anaknya Bu Risma, jika kalian ada masalah cerita ke ibu, kalian pasti bisa, tidak ada yang tidak mungkin", pesannya kepada anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori mengatakan bahwa program yang menjadi perhatian publik saat ini adalah bantuan anak yatim, piatu dan yatim piatu. Dirinya mengungkapkan bahwa pemerintah hadir secara nyata untuk bantu putra putri Indonesia. Pemerintah sebagai bapak dan ibunya anak-anak bangsa.

"Harapan kami, rencana bantuan 4,3 juta anak yatim di Indonesia bisa segera disetujui dan bisa memberi bantuan secara nyata. Komisi VIII DPR RI akan terus mengawasi agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat", tambah Buchori.

Yolanda Kustanti, penerima manfaat yang masih duduk di kelas 3 SMK ini mengungkapkan rasa senang mendapat perhatian dari pemerintah. Ia ingin mewujudkan pesan ibunya  yang baru saja meninggal karena Covid-19 pada 4 Agustus 2021 silam, yaitu menjadi PNS. "Ibu ingin kamu jadi PNS, gitu pesan ibu yang selalu saya ingat", kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga menambahkan bahwa menghadapi kondisi seperti ini bukan hal yang mudah. "Kekuatan saya cuma inget bapak, inget adik-adik dan inget pesan ibu," ucap anak pertama dari 3 bersaudara ini.

Kunjungan kerja Mensos Risma ini dihadiri beberapa Anggota Komisi VIII DPR RI, Staf Khusus Menteri Sosial, Pejabat Eselon I Kementerian Sosial, Kepala Balai Besar, Balai Rehabilitasi Sosial di Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, Bupati Kendal dan Kapolres Kendal.



Penulis :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :