Pria Diduga Mengalami Gangguan Jiwa Mengamuk di Sukabumi, Kementerian Sosial Berikan Layanan ATENSI

Pria Diduga Mengalami Gangguan Jiwa Mengamuk di Sukabumi, Kementerian Sosial Berikan Layanan ATENSI

SUKABUMI 12 Oktober 2021 - Kementerian Sosial melalui Balai Phala Martha respon cepat dan berikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada orang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan berinisial Eska mengamuk merusak warung dan memecahkan kaca mobil di Karang Tengah, Sukabumi. 


Sebut saja namanya Eska (39 tahun), sembilan hari yang lalu meninggalkan perahu tempat kerjanya sebagai nelayan di Muara Angke Jakarta yang baru dua hari dijalaninya. Sebelumnya Eska sebagai nelayan di Bungko Kapetakan Kabupaten Cirebon. Karena hasil ikan di Bungko tidak mencukupi tuntutan kebutuhan hidup keluarga, maka pria yang memiliki satu istri dan tiga anak tersebut bertekad meninggalkan kampungnya untuk mengadu nasib di Muara Angke.

 

Setelah di Muara Angke pun, Eska belum mendapatkan rezeki yang diharapkannya. Menjadi tekanan psikologis tersendiri bagi Eska yang memiliki harapan untuk mengais nafkah bagi penghidupan keluarganya, namun belum didapatkannya. Dalam  kondisi stress berat, Eska menempuh perjalanan dari Muara Angke ke Sukabumi menggunakan bus dengan tujuan ke Palabuhanratu untuk mengadu nasib kembali.


Karena pengaruh kondisi kesehatan mentalnya yang terganggu, tanpa diketahui penyebabnya, Eska melakukan  pengrusakan warung dan memecahkan  kaca mobil angkot di sekitar SMK Lodaya Cibadak Sukabumi. Akibatnya  Eska ditangkap ramai-ramai oleh masyarakat untuk mencegah korban lebih banyak, sebagaimana diinformasikan pada link berita SukabumiUpdate https://sukabumiupdate.com/posts/90253/sebelum-babak-belur-odgj-ini-ngamuk-rusak-warung-dan-mobil-di-sukabumi.  


Menerima informasi dari masyarakat tentang adanya orang yang diduga ODGJ yang mengamuk, Cup Santo selaku Kepala Balai "Phala Martha" di Sukabumi menugaskan Pekerja Sosial untuk membantu menangani permasalahan Eska. Pekerja Sosial tiba di lokasi kejadian namun Eska sudah dievakuasi ke Puskesmas Cibadak. Eska sudah mendapatkan perawatan pada dua luka di kepala sebelah atas tujuh dan tiga jahitan di jidat pada saat pekerja sosial tiba di Puskesmas Cibadak Sukabumi. Selanjutnya Pekerja Sosial menawarkan untuk membawa Eska ke Balai untuk mendapatkan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) sembari dilakukan diidentifikasi data diri dan keluarga Eska


Sejak tanggal 7 Oktober 2021 jam 13.30 Eska tinggal di Balai untuk mendapatkan layanan kesehatan fisik dan mental oleh Perawat dengan dipandu oleh Psikiater Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor melalui telepon. Berkat terapi obat antipsikotik yang diberikan kepada Eska maka kondisi kesehatan mentalnya semakin membaik. Eska ingin segera pulang dan selalu meminta untuk dicarikan keluarga kepada petugas. 


Pekerja Sosial, Umar Khaerudin melakukan koordinasi melalui telepon dengan TKSK Kapetakan untuk menelusuri keberadaan keluarga Eska. Koordinasi tersebut, membuahkan hasil yaitu dapat terjalin komunikasi dengan pihak Aparat Desa Bungko Lor dan keluarga Eska. Pada tanggal 12 Oktober 2021, Keluarga dan Aparat Desa dapat menemui Eska di Balai Phala Martha. 


Kehadiran keluarga dan Aparat Desa diterima oleh Kepala Balai dan Pekerja Sosial serta Perawat di Wisma Tamu Balai untuk membahas kondisi permasalahan, kebutuhan dan potensi keluarga Eska guna memecahkan masalah kesulitan ekonomi yang dihadapi dan menekan Eska selaku kepala rumah tangga. Pada kesempatan tersebut, Eska yang sudah semakin pulih ikut hadir dan berbicara menyampaikan keinginan usaha di rumah dan terlihat ekspresif semangat dan gembira di wajahnya.


Pihak Balai, keluarga dan aparat desa sepakat dengan keinginan Eska untuk melakukan usaha tambak udang dan bandeng di dekat rumahnya. Balai Phala Martha melalui layanan berbasis keluarga akan memberikan layanan dukungan pemenuhan hidup layak berupa sembako dan pembinaan kewirausahaan tambak udang dan ikan bagi Eska dan keluarga. 


"Tim Balai akan segera ke rumah Eska untuk mewujudkan keinginan Eska", kata Cup Santo. Keluarga harus tetap mendampingi Eska untuk kontrol rutin dan menjalani terapi pemulihan kesehatan mental, lanjutnya. 


Aman mewakili keluarga dan pemerintah desa menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah membantu warganya yang terlantar dan ditemukan di Sukabumi. “Kami sembilan hari sudah berusaha mencari-cari Eska dan sangat bahagia dan bersyukur saat ini Eska sudah ditemukan”, ucap Aman. Pada hari ini kami akan menjemput Eska untuk kembali ke rumah. Kami siap memberikan pendampingan Eska dalam pemulihan kesehatan dan pemberdayaan di rumah, tambahnya.


Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Eska dari Balai Phala Martha kepada keluarga dan pelepasan Eska serta rombongan pulang ke rumah.


Penulis :
Humas Balai Phala Martha Sukabumi
Editor :
Ahmad Ramadhan
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :