Anak Telantar di Bawah Jembatan Dirujuk ke Balai Anak "Handayani"

  • Anak Telantar di Bawah Jembatan Dirujuk ke Balai Anak "Handayani"
  • 16052658262762
  • 16052658338129

Penulis :
Humas Handayani Jakarta
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Intan Qonita N

JAKARTA (12 November 2020) - Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta akhirnya merujuk  salah satu dari tiga anak terlantar di bawah Jembatan Pasar Pagi Tambora ke Balai Anak "Handayani" di Jakarta. 

Diberitakan sebelumnya, tiga anak terlantar ditemukan di bawah jembatan oleh petugas PPSU DKI Jakarta, salah satunya dalam keadaan menangis. Ketiga anak tersebut kemudian diamankan di GOR Cengkareng Jakarta Barat untuk diberikan perlindungan. 

Merespon hal tersebut, Kementerian Sosial sebelumnya telah menugaskan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Jakarta Barat untuk melakukan asesmen kepada ketiga anak tersebut. Selanjutnya Balai Anak Handayani ditugaskan untuk menindaklanjuti hasil asesmen tersebut.

“Pekerja Sosial kami sudah ke GOR Cengkareng. Memang ada tiga anak  yang ditemukan terlantar, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Anak laki-laki usianya 10 dan 7 tahun, sedangkan yang perempuan usianya 5 tahun. Yang usianya 7 dan 5 tahun itu kakak adik,” jelas Kepala Balai Anak Handayani, Neni Riawati. 

Orang tua dua anak yang merupakan saudara kandung telah ditemukan dan telah kembali ke keluarga, sedangkan satu anak tidak diketahui keberadaan keluarganya. Atas dasar hal tersebut, menurut Neni, satu anak akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke balai.

“Jadi satu anak memang sudah lama tinggal di jalanan dan tidak tau dimana keluarganya. Sambil mencari orang tuanya, kami sepakat dengan pihak Dinas Sosial dan pihak terkait agar anak dirujuk ke balai untuk sementara,” tambahnya.

Anak dirujuk langsung oleh Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Ani Nasariani ke Balai Anak handayani.  Selanjutnya, Neni mengatakan bahwa balai akan memberikan rehabilitasi sosial dan melakukan penelusuran terhadap orang tua anak. 

Neni juga menyampaikan pihaknya akan tetap melakukan pemantauan kepada dua anak yang telah dikembalikan ke keluarga karena kemungkinan ada dugaan eksploitasi yang menimpa ketiga anak tersebut.

“Kami belum bisa memastikan adanya eksploitasi tapi memang ada indikasi ke arah situ. Anak mengaku mereka disuruh mengamen dan berjualan di jalan. Mengaku dapat kekerasan juga. Namun kami masih butuh asesmen lanjutan untuk mendalaminya,” pungkas Neni.
Bagikan :