Balai Lansia "Gau Mabaji" Tanggap Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Adonara

Balai Lansia "Gau Mabaji" Tanggap Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Adonara
ADONARA (8 April 2021) - Kemensos RI melalui Balai Lansia "Gau Mabaji" di Gowa mengirimkan tim Respon Kasus dalam memberikan perlindungan terhadap lanjut usia korban bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Adoenara, Kabupaten Flores Timur, Prov. Nusa Tenggara Timur.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di daerah wilayah Bukit Seburi dataran tinggi di pulau Adoenara, curah hujan tersebut mengakibatkan banjir yang bercampur dengan tanah, hingga akibatnya sejumlah titik tersapu banjir, rumah warga roboh  dan tertimbun longsor, dan beberapa fasilitas lainnya karena terseret oleh aliran air banjir. 

Tanah longsor yang terjadi di 3 titik yaitu di Kecamatan Ile Boleng, Adonara Timur dan Kecamatan Wotan Ulumando. Pada Kecamatan Ile Boleng, Desa Nelelamadike , longsor menyebabkan 57 orang meninggal dunia di 11 diantaranya adalah lansia. Di kecamatan Adonara Timur, Desa Waiwerang terdapat 9 korban meninggal dunia dan 2 diantara nya adalah lansia, sedangkan di Kecamatan Wotan Ulumando, Desa Oyang Barang terdapat 3 korban meninggal dunia. 

Mengantisipasi adanya dampak yang diakibatkan oleh bencana banjir terhadap lanjut usia, Balai Lansia "Gau Mabaji" segera mengirimkan tim respon kasus untuk terjun langsung melakukan pendataan dan pendampingan kepada lanjut usia yang terdampak bencana.

Rosniati, Pekerja Sosial Balai menyampaikan bahwa hasil dari pendataan yang dilakukan oleh tim, terdapat 22 orang lansia di Desa Nelelamadike dan 25 lansia di Desa Weiwerang yang terdampak bencana.

“Kami melakukan pendataan di dua Desa terdampak bencana dan mendapatkan total 47 data lanjut usia yang terdampak bencana. Data ini yang nantinya menjadi dasar kami dalam memberikan intervensi lanjutan melalui program yang ada di dalam Balai,” ujar Ros.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Flores Timur, Rachmasiah Sahib mengatakan bahwa penanganan kelompok rentan perlu diprioritaskan saat bencana, diantara nya kelompok lansia, ibu hamil dan Balita.

"Proses evakuasi berjalan dengan lancar. Tim dari Tagana, Polisi, TNI, serta PMI, bekerjasama secara serentak melakukan proses evakuasi,” ujar Ram, biasa ia disapa. 

"Kami prioritaskan ibu hamil, lansia, dan Balita untuk di evakuasi serta diberikan bantuan terlebih dahulu,” tambahnya. 

Juliana Jari Palang (67) salah satu lansia korban banjir menyampaikan ucapan terima kasihnya atas perhatian pemerintah dan berharap tambahan bantuan penanganan bisa segera direalisasikan.

"Banjir terjadi pada sekitar pukul 2 pagi dan saat itu hujan sangat deras dari semalam. saya saat itu sedang terbangun dan ingin kekamar mandi, namun terdapat gemuruh dari arah atas bukit sehingga saya dan bapak berlari keluar untuk menyelamatkan diri,” kata Basri.

Hasil dari data yang didapatkan akan dilakukan case conference (pembahasan kasus) untuk selanjutnya diberikan intervensi lanjutan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi lansia korban banjir dan tanah longsor di Pulau Adoenara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Penulis :
Humas Balai Lansia "Gau Mabaji" Gowa
Editor :
Intan Qonita N

Bagikan :