Balai "Wyata Guna" Jangkau Anak Penyandang Disabilitas Ganda

Balai "Wyata Guna" Jangkau Anak Penyandang Disabilitas Ganda
BANDUNG (17 Mei 2021) — Kementerian Sosial melalui Balai "Wyata Guna" Bandung melakukan respon kasus terhadap “FA” (10 tahun) Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (PDSN) yang juga mengalami keterbatasan fisik. Respon kasus dilakukan berdasarkan laporan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Antapani Kota Bandung.

“FA” sehari-hari tinggal bersama orang tuanya. Ayahnya bekerja sebagai sopir dan ibunya hanya ibu rumah tangga, dan perekonomian keluarga "FA" ini masuk kategori kurang mampu. "FA" mengalami keterbatasan dari sejak lahir, dan selama ini belum pernah ditangani secara medis .

"FA" mengalami Disabilitas Sensorik Netra total dan juga mengalami kesulitan untuk beraktifitas serta berbicara dengan normal. Pertumbuhan fisik "FA" juga tergolong lambat. Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari "FA" masih dibantu oleh orang tuanya, seperti makan, minum, mandi dan mobilitas.

"FA" pernah diperiksa oleh tim dokter yang ditunjuk oleh pemerintah setempat dan mendapat rujukan untuk dilakukan terapi fisik secara rutin. Hanya saja orang tua "FA" terkendala dengan biaya, dimana saat ini BPJS yang dimiliki keluarga "FA" tidak aktif karena telah menunggak selama tiga tahun. 

Untuk penyelesaian masalah BPJS ini, pemerintah setempat sedang mengupayakan agar BPJS yang dimiliki oleh keluarga "FA" bisa dialihkan dari BPJS mandiri ke BPJS yang gratis agar ke depan "FA" tidak mengalami kendala untuk pelaksanaan terapinya. 

Pemerintah setempat dalam hal ini Kecamatan Antapani dan Dinas Sosial Kota Bandung juga mendapat bantuan dari Yayasan Rumah Cinta Inklusi untuk mengupayakan proses penyelesaian BPJS nya.

Balai Disabilitas "Wyata Guna" Bandung, saat ini sedang melaksanakan asesmen pada "FA", sehingga diharapkan setelah dilakukan asesmen akan dapat ditentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada "FA". Diharapkan bantuan yang akan diberikan ini dapat bermanfaat dalam proses melatih kemandirian "FA" dan sesuai dengan kebutuhan dasar yang diperlukan.

Penulis :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial
Editor :
Intan Qonita N
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :