Korban Bencana Jadi Prioritas Utama Negara

  • Korban Bencana Jadi Prioritas Utama Negara
  • WhatsApp Image 2020-01-04 at 6.39.01 PM
  • WhatsApp Image 2020-01-04 at 6.59.44 PM
  • WhatsApp Image 2020-01-04 at 6.32.02 PM
BOGOR (4 Januari 2020) - Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkomitmen memberikan prioritas utama pada korban yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

"Sesuai amanah Presiden Joko Widodo, hal pertama yang harus diutamakan adalah korban. Jadi, kita harus pastikan aspek kesehatan dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi," kata Menko PMK, Muhadjir Effendy saat meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/1) siang.

Menurutnya, di samping pihak pemerintah daerah (pemda) setempat, pemerintah pusat juga akan berupaya penuh menurunkan tim dari beberapa kementerian terkait di bawah koordinasi Kemenko PMK.

"Kunjungan kita untuk meninjau tingkat kerusakan di Kecamatan Sukajaya. (Kerusakan) ini cukup berat, mudah-mudahan bisa segera kita diatasi bersama," tutur Menko PMK.

Sementara, Menteri Sosial, Juliari P. Batubara yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi korban bencana.

"Kemensos telah mendistribusikan berbagai kebutuhan mulai dari anak-anak dan dewasa, hingga lanjut usia (lansia). (Distribusi) ini berdasarkan pada pembagian klaster nasional dimana Kementerian Sosial bertanggungjawab dalam hal penyediaan kebutuhan logistik," kata Harry.

Senada dengan Menko PMK, Kepala BNPB, Doni Monardo menyebut hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi, sehingga masalah keselamatan mulai dari pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, harus betul-betul diperhatikan.

"Tidak boleh ada lagi yang berada di rumah saat ini, hingga beberapa hari ke depan, untuk menghindari terjadinya longsor susulan dan jatuhnya korban," himbau Kepala BNPB.

Menindaklanjuti kejadian longsor ini, ke depan, lanjutnya, harus dilakukan relokasi. Tidak boleh ada lagi penduduk yang membangun rumah di atas lahan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. 

Adapun Pemda harus mulai memikirkan penyelesaian dampak akibat longsor untuk jangka panjang. "Perubahan pola pikir penduduk lokal dengan penanaman kembali (reboisasi) tanaman keras yang mampu menyerap air dapat disampaikan mulai dari sekarang dan dilakukan nanti pasca bencana usai," kata Kepala BNPB.

Kemensos Kerahkan Tagana

Hingga hari ini, total korban akibat tanah longsor di Kecamatan Sukajaya berjumlah tujuh orang, tiga diantaranya masih dalam upaya pencarian.

Selain Desa Pasir Madang, dua desa lainnya, yaitu Desa Cisarua dan Desa Cileuksa, di Kecamatan ini juga masih terisolir, sehingga seluruh pengungsi di Kecamatan Sukajaya tercatat berjumlah 3.221 orang.

Dalam menyikapi kejadian ini, Kementerian Sosial telah mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 30 orang untuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolir.

Sementara itu, bantuan dari Kementerian Sosial yang diberikan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor seluruhnya bernilai 632 juta rupiah terdiri dari 800 paket makanan siap saji A, B, C, D, 320 paket makanan anak, 28 ribu bungkus mie instant, 180 paket lauk pauk, 170 paket peralatan dapur, 190 paket sandang pangan, 190 lembar selimut, 110 lembar tenda gulung, 220 paket family kit, 220 paket kids ware, 20 paket foodware, 90 buah kasur, dan 25 buah velbed.

Sejumlah bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, yang turut hadir di lokasi bencana, untuk diteruskan kepada warga yang membutuhkan bantuan. Sedangkan bagi pengungsi yang kehilangan anggota keluarganya akan diberikan santunan ahli waris sebesar 15 juta rupiah.

"Kita masih dalam proses verifikasi data ahli waris korban meninggal dunia. Jika sudah terkonfirmasi, maka akan kita berikan santunan sehingga dapat sesegera mungkin diterima oleh ahli warisnya," ucap Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat.

Di sisi lain, Tagana berjibaku membawa sejumlah bantuan melewati titik-titik longsor agar dapat mencapai Desa Pasir Madang. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruhnya diterima langsung oleh warga yang bersangkutan. Berbagai komponen yang hadir saat peninjauan lokasi dan melihat langsung aksi Tagana siang itu, mengapresiasi kehadiran Tagana di tengah-tengah bencana, bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun.

"Akses jalur darat yang terputus dan medan berat tidak menyurutkan niat Tagana dalam membantu pengungsi mendapatkan hak-hak mereka. Terimakasih, Tagana!" ujar Menko PMK dan Kepala BNPB sesaat sebelum meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, Menteri Sosial, Juliari P. Batubara telah meninjau lokasi terdampak banjir di sejumlah titik di Jakarta, antara lain Taman Harapan Cawang, Kampung Pulo dan Cipinang Melayu, serta area Komplek Perumahan Pondok Gede Permai di Bekasi. Kemudian, pada hari berikutnya, peninjauan juga dilakukan di area Komplek Perumahan Ciledug Indah di Kota Tangerang. Dalam tinjauannya ke beberapa lokasi tersebut, Menteri Sosial turut mengunjungi titik-titik posko di sekitar lokasi bencana untuk memastikan seluruh kebutuhan pengungsi selama tinggal di posko-posko pengungsian tercover oleh pasokan bantuan dari Kementerian Sosial.


Penulis :
Alif Mufida Ulya
Editor :
Alek Triyono; Annisa YH
Penerjemah :
Dimas Puguh; Karlina Irsalyana

Bagikan :