Pelatihan Pendamping Disabilitas Intelektual dalam Pengembangan Kewirausahaan

  • Pelatihan Pendamping Disabilitas Intelektual dalam Pengembangan Kewirausahaan
  • IMG-20200711-WA0036
  • IMG-20200711-WA0035

Penulis :
Humas Balai "Nipotowe" Palu
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Nia Annisa

SIGI (10 Juli 2020) - Sebanyak 15 orang pendamping disabilitas intelektual dari Kabupaten Sigi mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh BRSPDI "Nipotowe" Palu. Pelatihan pendamping berlangsung selama 3 hari dari tanggal 9-11 Juli 2020 bertempat di Aula Pertemuan BRSPDI "Nipotowe" Palu. Menurut Nureja Matangang selaku kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial dari Balai "Nipotowe" Palu, pendamping disabilitas intelektual yang dilatih bertugas mendampingi pengembangan kewirausahaan penyandang disabilitas intelektual melalui kegiatan Family Support yang dilaksanakan di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. 

“Pendamping disabilitas intelektual yang menerima pelatihan diharapkan memiliki kapasitas pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi 45 orang penyandang disabilitas intelektual dan keluarganya. Peran aktif pendamping disabilitas intelektual berkontribusi pada keberhasilan program pelayanan,” jelas Nureja.

Lebih lanjut, Nureja menyampaikan bahwa pendamping tidak hanya bertugas mendampingi kewirausahaan dalam rangka pengembangan kemandirian penyandang disabilitas intelektual, tetapi juga diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam melakukan advokasi terhadap pemerintah daerah terkait pemenuhan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas intelektual. Pendamping dapat memfasilitasi pembentukan forum atau komunitas penyandang disabilitas intelektual di wilayah kerjanya. Akan lebih baik bila pendamping juga dapat mendorong masyarakat dan pemerintah melakukan pembentukan Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual di Kabupaten Sigi.

Rizkan Intjehatu selaku narasumber dari Dinas Peternakan Kabupaten Sigi memberikan penguatan kepada pendamping bahwa dalam mendampingi kewirausahaan, seseorang harus memiliki keberanian yang didukung oleh teknologi dalam mempromosikan penjualan, penguasaan produk yang memiliki daya tarik agar orang lain mau membeli barang atau jasa yang dijual, jaringan distribusi yang lancar, memastikan pemasok bahan atau suppliers, pelanggan tetap dan tempat usaha.

Pelatihan tersebut juga melibatkan Dinas UMKM Kabupaten Sigi sebagai narasumber yang menyampaikan materi strategi pemasaran dan kewirausahaan. Sedangkan materi penguatan dan dukungan keluarga disampaikan oleh Yulianingsih dari BRSPDI "Nipotowe" Palu. 

Pada sambutan pelatihan pendamping, Hanafi selaku Kepala Subbagian Tata Usaha mewakili Kepala Balai "Nipotowe" Palu menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak baik masyarakat, pihak swasta dan pemerintah daerah sangat penting dalam peningkatan pengembangan kewirausahaan penyandang disabilitas intelektual. "Semakin banyak yang terlibat, semakin cepat penyandang disabilitas intelektual mengakses pelayanan yang diperlukan" jelasnya.
نشر :