Risma Luncurkan Buku "Best of 99 SME" bagi Wirausahawan Indonesia

Risma Luncurkan Buku "Best of 99 SME" bagi Wirausahawan Indonesia
JAKARTA (3 April 2021) - Staf Khusus Menteri, Don Rozano sekaligus salah satu steering committee Pahlawan Ekonomi memandu acara Peluncuran Buku Best of SME (Small to Medium-sized Enterprises).

"Pagi ini adalah sebuah tribute untuk 100 wanita hebat, yang pertama buat Ibu Tri Rismaharini yang sangat yakin bahwasannya Tuhan itu adalah Maha Adil, semua orang itu tidak ada yang tidak bisa, semua pasti bisa dan yang terpenting adalah 99 binaan Ibu Risma, 99 talenta yang ditemukan oleh Ibu Risma yang Insyaa Allah hari ini sudah bisa memberi kehidupan yang lebih baik kepada keluarganya." tutur Don Rozano

Don Rozano berharap bahwa 99 binaan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini tidak hanya bisa memberikan kehidupan yang lebih baik kepada keluarga, tetapi juga bisa menjadi role model untuk kota Surabaya dan selanjutnya menjadi suatu contoh untuk Indonesia.

Dessy selaku teman Facebook menyampaikan sambutan sekaligus menyerahkan secara simbolis dan secara digital buku 99 kisah inspiratif yang telah dibangun bersama selama 5 tahun terakhir.

 She Means Business adalah program secara global Facebook yang membantu perempuan wirausaha di seluruh dunia, tujuannya adalah untuk membantu perempuan wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis-bisnis mereka. 

"Kami melakukan ini melalui cara-cara online, yaitu dengan mengajarkan pelatihan digital, dengan mengadakan dan mendukung program-program seperti Pahlawan Ekonomi, yang memang menyediakan sebuah wadah agar orang-orang bisa bertemu dan juga bisa belajar dari satu sama lain, melalui edukasi dan melalui prakteknya juga." jelas Dessy

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini selaku Founder dari program Pahlawan Ekonomi Surabaya, mengungkapkan alasan mendirikan program tersebut di acara Peluncuran Buku "Best of 99 SME" yang dilaksanakan melalui zoom meeting dan live streaming Facebook.

Program ini berfokus pada pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dari keluarga miskin yang ada di Surabaya. Risma menceritakan setelah dirinya melihat data awal bahwa kurang lebih ada 13% warga Surabaya yang miskin, dirinya saat itu berpikir bagaimana cara menyelesaikannya.

"Kemudian saya bicara dengan Kepala Pemberdayaan Perempuan, pada saat itu Pak Ihsan, Pak Ihsan mengatakan ‘bu sebetulnya, angka ini adalah angka yang menurut saya sangat mengkhawatirkan, karena kalau ada goncangan sedikit, maka kemudian warga miskin bertambah, namun kita tidak bisa menangani karena mereka tidak ada di dalam data’ kemudian akhirnya saya menyampaikan ke pak Ihsan, caranya bagaimana." kata Risma

Risma meminta untuk memasukan data warga miskin di Surabaya. "Data saat itu kurang lebih 34% penduduk Surabaya itu tidak mampu, kemudian oke tidak apa-apa saya terima data itu, saya tidak malu, itulah kenyataan yang harus saya terima." lanjut Risma.

Di Kota Pahlawan masih bisa dijumpai keluarga miskin. Walaupun kepala keluarganya memiliki pekerjaan, namun kebutuhan hidup mereka masih belum bisa dipenuhi secara optimal. Program ini berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan ibu rumah tangga dari keluarga miskin tersebut.

Kemudian Risma mulai bergerak setelah melihat data yang ternyata hampir seluruhnya keluarga miskin di Surabaya. Risma melihat ada potensi bahwa dirinya bisa menghidupkan 'mesin kedua'.

"Tidak usah jauh-jauh, contohnya saya, saya juga suami istri bekerja. Saya melihat bahwa ini ada potensi saya bisa menghidupkan 'mesin kedua' yaitu para Ibu-ibunya dari situlah kemudian saya sampaikan ke Pak Don dan teman-teman bahwa saya akan membuat program yang namanya Pahlawan Ekonomi." jelas Risma

Risma menceritakan dirinya dilantik sebagai Walikota Surabaya pada bulan September, dan kemudian ide tersebut keluar. "Saya ingin November itu bisa launching." tutur Risma

Risma mulai memberikan pelatihan di kelurahan-kelurahan, kemudian dari hasil tersebut Risma juga melakukan road show dan membuka bazaar di Kecamatan.

Didalam cerita tersebut, Risma juga menyampaikan jika memulai ini harus masuk ke pasar menengah atas, maka keuntungan itu dapat dirasakan oleh para Ibu. "Kalau kita bisa masuk ke pasar menengah atas maka kemudian kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Itu tentunya harus ada sistem pemikiran bagaimana kualitas dari makanan, itu benar-benar memang harus bisa dijamin" jelas Risma

Untuk masuk ke pasar menengah atas, Risma menekankan agar memperhatikan kualitas rasa dan bahan produk yang ramah lingkungan serta packaging yang bagus, maka kemudian akan terjaga kualitasnya sehingga pasar menengah atas percaya produk-produk tersebut sehat dan bagus. 

Selain itu Risma juga mengupayakan agar produk-produk tersebut masuk ke BPOM, sehingga mereka percaya bahwa produk tersebut sudah diteliti. "Jadi, itulah yang mulai dari pemikiran saya untuk bagaimana perawalan ini harus mempunyai kualitas yang baik, harus memiliki kualitas dalam sisi apapun, mulai rasa, packaging, branding, semuanya itu harus menjadi yang terbaik." tegas Risma.

Diawal merintis untuk membangun program ini, setiap minggunya Risma turun ke 31 kecamatan untuk kontrol rasa, packaging sampai kualitas produk "itu saya lakukan sendiri. Rasanya kurang ini, packagingnya kurang ini, satu persatu selama satu kali road show." kata Risma.

Risma mengungkapan bahwa dirinya sempat putus asa "apa mungkin ya orang Surabaya ini rasa seninya kurang, saya sempat bingung juga, tapi saya paksakan untuk datang yang kedua dan kemudian ternyata hasilnya lebih bagus." tutur Risma

Dari situlah Risma bersemangat bahwa bisa melakukan hal tersebut. "Saya mulai jadi marketing dari produk-produk Pahlawan Ekonomi, kemudian saya bisa mengundang tamu-tamu saya dari luar negeri" jelas Risma.

Risma mengundang 199 Negara dan 6000 tamu yang berkunjung ke Surabaya untuk mengenalkan produk-produk dari Pahlawan Ekonomi. "Kalau saya pergi ke luar negeri salah satu souvenir yang saya bawa adalah dari produk-produk Pahlawan Ekonomi." terang Risma.

Pengalaman yang dilalui Risma membuahkan hasil, Pahlawan Ekonomi mulai global dan banyak pesanan-pesanan dari luar negeri. Risma mengatakan, mereka yang berhasil kemudian mereka yang menjadi trainer, "percayalah bahwa ilmu kita tidak akan pernah habis justru kalau kita menjadi trainer maka Tuhan akan memberikan ilmu tambahan kepada kita, karena ilmu didalam Agama Islam itu adalah salah satu amal jariyah, amal yang tak kenal putus sampai kita mati itu masih bisa digunakan oleh umat manusia, maka pahala itu akan tetap berada pada si pemberi amal atau guru." jelas Risma.

Kepercayaan diri dari Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, untuk membawa teman-teman Kementerian Sosial bergabung di Pahlawan Ekonomi, dikarenakan dirinya pernah mendapatkan penghargaan dari bagaimana pengentasan kemiskinan dan UMKM serta mendapatkan Startup Nation Summit.

"Jadi, ini adalah success story yang ingin saya bagikan. Pola-pola ini lah yang disini saya ingin menyampaikan bahwa gotong royong itu ada di Indonesia ini, kita Pancasila harus saling membantu, harus saling tolong menolong itu ada disini." tegas Risma.

Setelah Tahun 2015, Risma berhasil membuat Pahlawan Ekonomi, kemudian Risma mengulurkan pejuang muda untuk menampung para anak muda yang putus sekolah, tidak bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, ke SMA atau bahkan keperguruan tinggi, bahkan yang putus sekolah SMP. "Ternyata banyak anak-anak muda yang ikut kami, lahir lah pejuang muda yang sama tapi saya perluas kemudian ada jasa, ada EO, ada training EO, saat itu ada training sablon." kata Risma.

Kemudian Risma mengajak anak-anak muda untuk berkolaborasi, untuk membuat desain packaging , membuat branding dan sebagainya. Risma juga memberikan penjelasan alasan mengapa harus anak muda, "Karena keluarlah kekinian. Dengan desian yang menarik, mindset yang menarik dan kekinian siapapun yang melihat itu akan bisa welcome terhadap produknya" jelas Risma.

Hal diatas dapat dilakukan juga oleh para penerima manfaat yang ada di Balai-balai milik Kemensos, yang telah memiliki usaha melalui Sentra Kreasi ATENSI, agar tetap bisa produktif, berkarir sehingga tetap survive ditengah-tengah pandemi. 

Selain itu Risma juga menjelaskan alasan menggandeng Facebook untuk Pahlawan Ekonomi, Risma percaya bahwa Facebook mempunyai program yang tersebar diseluruh dunia. "Tidak mudah bagi saya untuk meyakinkan bahwa Facebook mau membantu kami, dua kali saya ke Menlo Park, tempat pusatnya Facebook, untuk meyakinkan Facebook bahwa kami juga bisa dipercaya" tutur Risma.

Diakhir acara, Risma menyampaikan untuk Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda  "Yakinlah, kita tidak bisa selamanya seperti apa yang kita inginkan, tapi Tuhan akan memberikan jalan kalau kita mau berusaha, itulah kewajiban manusia kepada Tuhan, kita wajib berusaha, hasilnya Tuhan lah yang menentukan. Tapi, percayalah bahwa kalau kita berusaha bersungguh-sungguh Tuhan pun akan memberikan hasil yang terbaik untuk kita." tutur Risma.

Acara Peluncuran Buku "Best of 99 SME" yang dilaksanakan di zoom meeting dan _live streaming facebook, dihadiri oleh steering committe, teman-teman Facebook, Balai-balai milik Kemensos dan Pahlawan Ekonomi.


Penulis :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :