Balai Anak “Alyatama” Tanggap Cepat Kasus Ibu F

  • Balai Anak “Alyatama” Tanggap Cepat Kasus Ibu F
  • 16103491014825
  • 16103491073017

Penulis :
Humas Balai Alyatama Jambi
Editor :
David Myoga
Penerjemah :
Intan Qonita N

JAMBI (11 Januari 2021) – Balai Anak “Alyatama” sebagai UPT milik Kementerian Sosial mengambil langkah cepat dalam merespon kasus ibu dan tiga anak yang tergolong sebagai kelompok marjinal. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial agar balai dapat respon dan tanggap terhadap permasalahan sosial yang terdapat di wilayah kerja.  

 

Ibu F (30 Th) dalam kesehariannya bekerja mengumpulkan plastik-plastik bekas. Ibu F mengajak serta ketiga anaknya yang masih berusia 7 tahun, 3 tahun, dan 10 bulan. Saat ditemui oleh tim respon kasus Balai Anak “Alyatama”, Ibu F tengah menggendong anak bungsunya sembari menuntun anaknya yang berusia 3 tahun. Sulung dari ketiga saudara tersebut membantu ibunya membawa kantong plastik yang berisikan botol-botol bekas. 

 

Keputusan yang diambil Ibu F dilatarbelakangi oleh kebutuhan pemenuhan ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil asesmen Pekerja Sosial, suami Ibu F bekerja sebagai supir pengangkut barang lintas kabupaten. Suami Ibu F terbilang jarang pulang ke rumah dan hanya memberikan uang sebesar Rp. 500ribu untuk membayarkan tagihan kontrakan mereka sebesar Rp250ribu per-bulan. 

 

Ibu F menuturkan bahwa aktivitas mengumpulkan plastik bekas sudah dilakukannya sejak tahun lalu. Ia terpaksa mengajak serta anak-anaknya dikarenakan tidak ada orang dewasa yang dapat mengawasi mereka jika tinggal di rumah. Setiap harinya, Ibu F bersama ketiga anaknya berangkat mengumpulkan plastik bekas dari pagi hingga sore hari.

 

“Saya terpaksa karena butuh untuk menghidupi kehidupan sehari-hari. Ditambah suami hanya memberikan uang untuk membayar kontrakan, tapi tidak dengan keperluan makan anak-anak. Selama ini juga saya belum pernah dapat bantuan atas kondisi saat ini,” tutur Ibu F lirih.

 

Pekerja sosial yang bertugas pada respon kasus mendapatkan informasi mengenai kelengkapan identitas anak-anak Ibu F. Anak kedua dan ketiga dari Ibu F belum memiliki akta lahir. Sementara anak ketiga Ibu F belum tercantum di dalam Kartu Keluarga. 

 

Bentuk tindaklanjut dari respon kasus Ibu F dan ketiga anaknya yaitu tim Balai Anak “Alyatama” akan berkunjung ke kediaman Ibu F guna melengkapi data yang diperlukan. Tim juga akan melaksanakan asesmen lanjutan guna mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh anak-anak Ibu F. 

 

"Tindaklanjut berikutnya juga dapat menyertakan pemeriksaan kesehatan kepada ketiga anak Ibu F, dan juga pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak," jawab Sarah Kuniati selaku Pekerja Sosial.

Bagikan :