Balai Disabilitas "Ciungwanara" Laksanakan Respon Kasus Bencana Longsor Sumedang

  • Balai Disabilitas "Ciungwanara" Laksanakan Respon Kasus Bencana Longsor Sumedang
  • 16107490552740
  • 16107490583628
  • 16107490524737

Penulis :
Humas Balai Anak Ciungwanara
Editor :
David Myoga
Penerjemah :
Intan Qonita N

SUMEDANG (11 Januari 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Ciungwanara menerjunkan empat personil pekerja sosial pada Senin pagi (11/1/2021) dalam rangka Respon Kasus korban terdampak longsor di Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang. Tim Respon Kasus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang untuk memetakan lokasi bencana dan teknis penyaluran Bantuan. 

 

Kabid Linjamsos Dinsos Kab. Sumedang, Komar, mengungkapkan data terkait perkembangan pencarian korban longsor. 

"Pertanggal 11 Januari pukul 17.00 WIb, korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, luka-luka 33 orang, sedangkan yang masih dalam pencarian sebanyak 29 orang," Ujar Komar.

 

Selanjutnya tim menuju lokasi bencana dan menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) untuk pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian SD Cipareang. 

 

Oerianto Edy Widjanarko, pekerja sosial BRSPDI Ciungwanara yang hadir mewakili Kepala Balai, menyerahkan secara langsung bantuan atensi berupa sembako kepada Koordinator Dapur Umum, Dadang. Oeri menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk gerak cepat tanggap kita bersama terhadap bencana longsor yang baru saja terjadi.

 

"Kabupaten Sumedang termasuk daerah jangkauan Balai Ciungwanara dalam memberikan Layanan Atensi, sehingga saat terjadi masalah kesejahteraan sosial kami dapat turut andil dan merespon dengan cepat permasalah tersebut, termasuk bencana alam," tutur Oeri.

 

Dadang juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan untuk para pengungsi terdampak longsor.

 

"Kami ucapkan berterima kasih banyak atas bantuan yang diberikan Kementerian Sosial untuk para warga disini yang sedang tertimpa musibah," ujarnya.

 

Selain memberikan bantuan Atensi, tim juga melakukan terapi psikososial dan trauma healing terhadap korban longsor yang selamat dan sempat tertimbun selama Empat jam. Ia adalah Bapak dengan inisial U, usia 80 tahun, warga asli Sumedang. Bapak U menuturkan mengenai kondisi saat ia tertimpa longsor. "Saya tertimpa dua orang di atas saya satu warga sini dan satu orang petugas Basarnas. Tapi alhamdulilah hanya kaki saya saja yang luka, saya masih selamat."

 

Selanjutnya tim respon kasus terus melakukan koordinasi dengan pihak penanggulangan bencana untuk melakukan langkah trauma healing dan terapi psikososial terhadap keluarga terdampak bencana longsor.

Bagikan :