Balai "Mulya Jaya" Kerahkan Pekerja Sosial Dalam Pemberian LDP Bagi Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182

  • Balai "Mulya Jaya" Kerahkan Pekerja Sosial Dalam Pemberian LDP Bagi Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182
  • 16107496252971
  • 16107496298258
  • 16107496362535

Penulis :
Balai Karya Mulya Jaya Jakarta
Editor :
David Myoga
Penerjemah :
Intan Qonita N

JAKARTA (12 Januari 2021) - Sabtu (9/1) lalu pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dikabarkan hilang kontak. Setelah berbagai upaya pencarian, pesawat tersebut mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu. Kabar ini memberikan duka yang begitu mendalam khususnya bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

 

Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial langsung mengirimkan tim Pekerja Sosial yang bertugas untuk memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182. Pemberian LDP ini telah berlangsung sejak 10/1 lalu yang juga bekerjasama dengan tim Balai Anak "Handayani", Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di posko Kementerian Sosial yang berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

 

Dwi Ana Sofianti, salah satu Pekerja Sosial Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta mendampingi dan memberikan penguatan salah seorang keluarga korban yakni istri dari Capt. Afwan yang merupakan Pilot dari Sriwijaya Air-182.

 

"Saya sedih sekali, saya sangat kehilangan sosok beliau Bu, orangnya humoris dan soleh," Ucap istri Capt. Afwan.

 

Dengan kondisi keluarga korban yang masih sangat berduka dan membutuhkan layanan khusus, Pekerja Sosial merujuk kepada layanan Psikolog yang ada di posko Rumah Sakit Polri Kramat Jati agar dapat ditangani secara psikologis. 

 

Selain memberikan penguatan dan dukungan, tim Pekerja Sosial Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta juga turut membantu pendistribusian makanan bagi keluarga korban dan updating perkembangan informasi data korban. Kegiatan LDP ini akan terus dilaksanakan selama masa tanggap darurat pasca kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Bagikan :