Balai Napza "Satria" Jangkau Korban Banjir di Kabupaten Banyumas

  • Balai Napza "Satria" Jangkau Korban Banjir di Kabupaten Banyumas
  • IMG-20201102-WA0008
  • IMG-20201102-WA0009
  • IMG-20201102-WA0007
BANYUMAS (1 November 2020) - Kementerian Sosial RI melalui Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) Napza "Satria" Baturraden memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas.

Hujan yang mengguyur di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas sejak Selasa, 27 Oktober 2020 mengakibatkan banjir di berbagai titik diantaranya tiga desa di Kecamatan Kemranjen yaitu Desa Sirau, Desa Sidamulya, dan Desa Grujugan. Hingga akhirnya pada Kamis, 29 Oktober 2020 didirikan posko darurat di Desa Sidamulya.

Terdapat tiga tempat pengungsian yang didirikan yaitu Masjid Baitunnikmah Grumbul Pacarmalang, Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathul Ulum Desa Sirau, dan MI Sidamulya Desa Sidamulya Kecamatan Kemranjen. Rata-rata pengungsi adalah anak-anak dan lansia.

Pada kesempatan ini, Tim BRSKP Napza "Satria" Baturraden yang terdiri atas pekerja sosial dan konselor memberikan dukungan psikososial berupa pendampingan dalam bentuk dinamika kelompok yang ditujukan kepada anak-anak korban banjir usia PAUD, TK, dan SD.

Berdasarkan assesmen kebutuhan pengungsi, Tim BRSKP Napza "Satria" Baturraden juga memberikan bantuan berupa sembako, selimut, pakaian, diapers, dan alat permainan edukatif seperti lembar mewarnai, buku cerita, dan pensil warna.

Kepala BRSKP Napza "Satria" Baturraden, Restyaningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk responsif dari HADIRnya Kementerian Sosial RI di tengah masyarakat.

"Kami bekerja di bidang kemanusiaan, sehingga kami berusaha untuk ada ketika masyarakat membutuhkan, termasuk ketika bencana banjir ini terjadi," kata Restyaningsih.

Kepala Desa Sidamulya, Muslifah menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga dapat membantu kebutuhan warganya.

Kondisi terkini banjir sudah mulai surut di ketiga titik tersebut. Sebagian warga telah meninggalkan tempat pengungsian dan sebagian lagi masih bertahan. Namun bantuan masih tetap dibutuhkan sampai kondisi dapat kembali normal. 



Penulis :
Humas Balai Baturaden
Editor :
Annisa YH

Bagikan :