Berkat Bantuan Kemensos, Kakek Abdullah Makin Mandiri

Berkat Bantuan Kemensos, Kakek Abdullah Makin Mandiri
Penulis :
Fia Arista Dewi
Penerjemah :
Laili Hariroh

ACEH UTARA (30 Mei 2024) – Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-28 Kementerian Sosial memberikan dukungan penguatan modal usaha bagi para lanjut usia yang masih memiliki semangat dalam beraktivitas. Salah satunya Kakek Abdullah (84)  warga Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara yang mendapatkan bantuan Kearifan Lokal dari Kemensos.

Bantuan sebesar Rp 3.300.000 tersebut diberikan Kemensos sesuai dengan permintaan dan kebutuhan Kakek Abdullah yakni dibelikan daun rumbia,  bambu dan rotan sebagai bahan utama pembuatan atap. Selama ini Kakek Abdullah memang menjadi perajin atap rumbia. Meski badannya tak lagi tegak, tangannya tak lagi kuat, matanya tak lagi jelas, Kakek Abdullah masih terus  bersemangat menganyam daun-daun rumbia untuk atap rumah. Kakek Abdullah bahkan bisa menyelesaikan 7-10 lembar anyaman daun rumbia tiap harinya tergantung kondisi fisiknya yang tak lagi muda. 
 
“Bapak sudah 10 tahun terakhir ini membuat anyaman atap dari daun rumbia. Sehari membuat tujuh sampai 10 anyaman daun rumbia,” kata Zubaedah (47), anak dari Kakek Abdullah. Lembaran daun rumbia tersebut kemudian dijual dengan harga Rp 8.000 per lembar. Pembeli biasanya membeli 10 lembar hingga 50 lembar untuk atap, bahkan ada yang membeli 100 lembar daun rumbia untuk atap rumahnya. Pembeli menyukai anyaman daun rumbia buatan Kakek Abdullah, karena kualitas bagus, anyamannya rapih, tebal dan kuat. 

Untuk membuat anyaman daun rumbia, Kakek Abdullah selama ini  menjalin kerja sama atau bisa disebut “mengutang”  kepada  pedagang daun rumbia. Setelah daun rumbia dianyam menjadi lembaran-lembaran atap dan laku terjual, kemudian dipotong 30 persen untuk pedagang daun. 

“Sekarang setelah mendapat bantuan dari Kemensos, Bapak tidak perlu lagi mengutang karena daun rumbia sudah dibeli sejak awal. Bapak menjadi lebih mandiri,” kata Zubaedah dengan nada senang. “Terima kasih Kemensos, sudah membantu Bapak saya,” kata Zubaedah dengan sumringah.
Bagikan :