Dari Kota Kecil Wini, Denting Dawai Sasando Tesa Mengalun ke Seluruh Negeri

Dari Kota Kecil Wini, Denting Dawai Sasando Tesa Mengalun ke Seluruh Negeri

WINI (4 Agustus 2022) - Jari lentik Tesa Bonito Ndolu bergerak lincah di antara dawai sasando. Denting sasando syahdu mengiringi lagu “Indonesia Pusaka” yang dilantunkan dua gadis lain, Stefani Radja (17) dan Viona Nubatonis (11).


Gerakan jari menyentuh dawai sasando menyatu dengan irama lagu. Membuat siapapun yang mendengarkannya tak kuasa berkata-kata. Ketiga gadis itu tidak hanya menyihir hadirin dimana mereka berada, di Gedung Serbaguna Pos Lintas Batas Negara Wini, di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).  


Sambungan video teleconference, membuat karya mereka semakin luas didengar anak-anak di Pulau Bertam, Kepulauan Riau, Suku Anak Dalam di Jambi, Anak Suku Baduy di Banten, Anak Suku Dayak Meratus di Kalimantan Selatan, dan daerah lain. Tidak terkecuali, oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dan undangan yang hadir di lokasi puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 di Lombok Timur. 


Usai permainan musik Tesa (17) bersama dua rekannya berakhir, tepuk tangan membahana di mana-mana, termasuk di Lombok Timur. Dari Kota Kecil Wini, denting sasando Tesa membahana dan menyihir seluruh negeri.


Bagi Tesa Bonito Ndolu dan dua rekannya, inilah momen dalam perayaan HAN 2022 yang tak kan pernah terlupakan. Tinggal di tapal batas antara Indonesia dan Timor Leste, mereka tak pernah membayangkan bisa bertegur sapa dengan teman-teman yang berada ribuan kilometer jauhnya dari kota mereka.


"Tidak menyangka bisa menyapa teman-teman yang jauh, tadi ada yang jauh dari Pulau Sumatera (Suku Anak Dalam di Jambi)," kata Tesa. HAN 2022 memang dirancang oleh Kementerian Sosial untuk menjadi ajang berkomunikasi anak-anak Indonesia. Dalam acara puncak rangkaian HAN di Lombok Timur, Mensos mengajak anak-anak saling sapa. 


Ikut serta dalam kegiatan HAN 2022, telah membuka wawasan Tesa tentang betapa beragamnya masyarakat di Indonesia. Meskipun berasal dari suku yang berbeda dan tinggal terpisah oleh pulau-pulau, namun anak-anak Indonesia dapat berteman. Hal itu dikarenakan anak Indonesia adalah anak-anak yang ramah. Menjadi bagian dari HAN membuat Tesa semakin mencintai Indonesia.


Menyongsong tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", Kemensos mendorong kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa untuk menjamin pemenuhan hak anak, yaitu hak  hidup, tumbuh dan kembang, perlindungan, dan partisipasi bagi seluruh anak Indonesia, terutama bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus. 


Di Wini sendiri, rangkaian HAN 2022 telah dimulai sejak 13 Juli 2022. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan, di antaranya layanan pengurusan dokumen kependudukan, pemeriksaan kesehatan mengusulkan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) sebanyak 254 orang, Layanan Dukungan Psikososial (LDP), seperti menggambar, mewarnai dan permainan tradisional, serta penyaluran bantuan ATENSI. 


Kementerian Sosial melalui Sentra "Efata" di Kupang, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA), dan Sentra Terpadu "Kartini" di Temanggung menyalurkan 636 paket bantuan berupa pemenuhan nutrisi, alat kebersihan diri, dan paket perlengkapan sekolah. Adapun, penerima bantuan adalah anak yang memerlukan perlindungan khusus, dimana beberapa di antaranya adalah balita stunting dan anak disabilitas. Kemensos juga menyalurkan 3 buah kursi roda standar, 1 buah kursi roda elektrik, dan 2 buah tongkat adaptif. 


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Timor Tengah Utara, Matheos MJ Dami mengapresiasi langkah Kemensos merayakan hari anak di TTU. “Yang pasti, ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Jadi, kami sangat berterima kasih kepada Kemensos atas kehadiran dan bantuan yang diberikan kepada anak-anak kami di Wini,” katanya.


Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Sosial RI 


Penulis :
Biro Humas

Bagikan :