Ahli Waris Korban Longsor Padang Pariaman Bersyukur Mensos Ringankan Beban

Ahli Waris Korban Longsor Padang Pariaman Bersyukur Mensos Ringankan Beban
Penulis :
Dian Catur Prasetyaningtyas Kurniawati
Penerjemah :
Laili Hariroh

PADANG PARIAMAN (14 Maret 2024) - Banjir dan Longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman yang terjadi pada Kamis, 7 Maret 2024 lalu menggoreskan duka pada warga Nagari Sungai Durian. Sebanyak 41 KK terdampak, dan bahkan menelan tiga korban Jiwa. Menteri Sosial Tri Rismaharini secara langsung menyampaikan duka citanya dan memberikan dukungan moril bagi keluarga korban. Tak hanya itu, Mensos  juga memperhatikan kemandirian hidup para ahli waris. 

"Kamu ikut kerja di Balai saya di Padang ya? Nanti kamu bisa bikin warung kopi sendiri," ajak Mensos Risma saat menemui Randa Fauzanatul (20), ahli waris korban longsor Padang Pariaman pada Rabu (13/3). 

Randa terpaksa menelan pil pahit kehilangan kedua orang tuanya saat longsor menerjang. Tak hanya itu, Randa juga kehilangan mata pencahariannya. Sebelumnya, Randa memiliki warung kopi sederhana tempatnya mengadu nasib, akan tetapi warung itu pun amblas diterjang longsor. 

Tak cukup hanya mengerahkan jajarannya, Menteri Sosial Tri Rismaharini pun meninjau langsung kondisi korban banjir. Mensos juga menyerahkan santunan dan memberikan dukungan moril bagi ahli waris korban yang meninggal akibat banjir. 

Kedatangan Mensos Risma memberikan suntikan semangat baru bagi Randa. Meski duka masih terlihat jelas di wajahnya, namun senyum sempat terukir saat orang nomor satu di Kemensos itu menemui dan menghiburnya secara langsung, terlebih lagi menawarinya pekerjaan. 

"Kalau masalah bencana kan masih belum hilang lukanya, tapi dengan kedatangan ibu Risma ke sini mulai mengurangi beban kami," ucap Randa penuh syukur.

Selain menemui ahli waris korban banjir dan longsor, Mensos juga menyerahkan sendiri beberapa bantuan secara langsung seperti satu paket genset lengkap beserta bahan bakarnya, tenda keluarga, beras, telur pakaian anak dll. Mensos berpesan agar barang-barang tersebut bisa disimpan sebagai lumbung sosial dan digunakan saat sewaktu-waktu dibutuhkan. 

"Kalau gak dipakai bisa disimpan, saya isi makanan. Bapak saya bantu lumbung sosial, jadi sewaktu-waktu bisa digunakan," kata Mensos pada Wali Nagari Sungai Durian. 

Sebelumnya, Kementerian Sosial melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang juga telah menyalurkan bantuan berupa 700 paket makanan siap saji, 81 lembar selimut, 36 lembar kasur, 50 lembar tenda gulung, 10 paket tenda keluarga, 1 unit tenda serba guna, 50 paket kids ware, 100 paket family kit, 50 paket sandang anak, dan 100 paket sandang dewasa. 

Bantuan peralatan kebersihan bagi 41 KK terdampak pun turut diserahkan. Selain itu, santunan senilai masing-masing Rp 15.000.000 diserahkan kepada ahli waris tiga korban yang meninggal di Padang Pariaman.
Bagikan :