Kemensos Lakukan Respon Cepat Lansia di Kampung Ondel-ondel

  • Kemensos Lakukan Respon Cepat Lansia di Kampung Ondel-ondel
  • 16275534247792
  • 16275534274912
JAKARTA (28 Juli 2021) - Kementerian Sosial RI melalui Balai “Budhi Dharma” Bekasi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melaksanakan kegiatan asesmen bagi lanjut usia di Perkampungan Kramat Pulo, Jakarta Pusat.

Pelaksanaan asesmen dilaksanakan sesuai arahan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat agar Balai dapat menurunkan tim untuk melaksanakan asesmen pada lanjut usia yang membutuhkan bantuan di perkampungan padat penduduk ini. 

“Turunkan tim asesmen menyisir perkampungan Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Cek kondisi perlengkapan tidur seperti kasur, ranjang, bantal, sprei untuk para lansia, juga kebutuhan kursi roda, walker, tongkat dan kursi roda adaptif yang bisa digunakan untuk mandi. Selain itu cek juga kebutuhan pampres dan kebutuhan nutrisi lansia,” Kata Harry dalam arahannya.

Selanjutnya, Harry juga menyampaikan agar tim dari Balai dapat melakukan pengecekan bantuan yang telah diterima oleh lansia. Ia menekankan tim agar mengecek apakah lansia terdaftar dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan/atau bantuan sosial lainnya seperti bantuan yang didapatkan dari Pemerintah Daerah. 

Sebelum terjun ke lokasi, tim berkoordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat. Selanjutnya, tim bekerjasama dengan Yayasan Karya Putra Indonesia Mandiri (KPIM) peduli anak dan lansia, Pusat Santunan Keluarga (PUSAKA) 120, dan RT/RW setempat untuk mendapatkan data.

Perkampungan Kramat Pulo merupakan perkampungan padat penduduk yang rata-rata penduduknya merupakan suku asli Betawi. Tak heran sebagian besar mata pencaharian warganya adalah membuka jasa pembuatan ondel-ondel atau berkeliling menawarkan jasa kesenian ondel-ondel untuk berbagai acara seperti acara pernikahan ataupun khitanan. Selain terkenal dengan nama kampung Ondel-ondel, lokasi ini juga dikenal sebagai Sentra Kerajinan Ondel-ondel.

Ironisnya, tak sedikit pula masalah sosial muncul pada lokasi ini, seperti beberapa lanjut usia yang didatangi oleh tim Balai hari ini. Tim yang terdiri dari lima orang petugas Balai berhasil menyisir lokasi perkampungan dan mendapatkan total 16 lanjut usia dengan permasalahan sosial yang beragam.

Salah satunya Waryanah, nenek berusia 71 tahun ini tinggal bersama tujuh orang anak, menantu dan cucu di rumah kayu dua tingkat yang sempit selama 10 tahun ini. Kondisi fisiknya lemah karena mengalami sakit gula, lambung, dan darah rendah yang membuatnya sering sempoyongan.

Sehari-harinya ia, tidur beralaskan karpet dengan kondisi bantal guling yang tidak layak pakai. Pemenuhan kebutuhan makan sehari-harinya dibuatkan oleh anaknya yang tinggal mengontrak tidak jauh dari rumahnya dikarenakan peralatan masak ( magic com ) sudah rusak dan belum pernah menerima bantuan pemerintah.

“Makan sehari-hari saya dimasakkan anak saya yang bekerja keliling bawa ondel-ondel, selama pandemi ini sehari cuma dapat 15 ribu kadang 20 ribu",   Ujar Waryanah terbata-bata.

“Kadang untuk tambahan, juga ngumpulin botol plastik buat dijual lagi, sekilo dapat tiga ribu, untuk sekilo kadang juga bisa sampai tiga hari ngumpulinnya", tambahnya.

Ada juga Abdurrahman (76 th), di usia senjanya kakek ini tetap bekerja membuat boneka ondel-ondel untuk dijual sebagai souvenir. Pendengaran yang sudah berkurang tak mengurangi semangatnya untuk tetap produktif dengan menjalani usaha yang telah ditekuninya selama puluhan tahun. 

Selain itu, dijumpai juga Urip (79th), seorang lansia yang juga merupakan penyandang disabilitas pada tangan kanannya. Ia tinggal digubuk terpal bersama istrinya yang mengalami stroke. Keduanya berjualan areng dipinggir rel kereta dan belum pernah mendapatkan bantuan.

''Kami sehari-hari berjualan areng batok kelapa, satu bungkusnya ada yang 15 ribu ada yang 35 ribu. Terimakasih Bapak dan Ibu kami sudah didatangi, kami doakan sehat semua dan mohon kami bisa dibantu", Kata Urip.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan tim, beberapa lansia tersebut akan diberikan layanan ATENSI berbasis keluarga dengan rata-rata lanjut usia direkomendasikan untuk mendapatkan paket nutrisi (susu lansia, biskuit/snack, madu dan kurma), bantuan sarana kamar (kasur, bantal, guling, selimut dan seprai, perawatan kesehatan (multivitamin, masker) dan kebersihan diri (sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi, odol). 

Pada beberapa lansia juga direkomendasikan dengan pemberian bantuan aksesibilitas seperti tongkat, walker, atau kursi roda sesuai kebutuhannya. Diberikan juga bantuan modal usaha bagi lanjut usia maupun keluarga untuk mendukung usaha yang dijalaninya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain dari 16 lansia yang telah di asesmen, masih terdapat data 17 lansia yang perlu ditindaklanjuti.  Kondisi kepadatan penduduk di lokasi dan masa pandemi Covid-19 yang belum reda yang menyebabkan masih perlunya waktu untuk pelaksanaan tindak lanjut.

Tak lupa, saat terjun di lapangan tim senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan asesmen dalam masa Pandemi Covid-19 ini. Tim terjun dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti penggunaan masker double, face shield, dan handscoon (sarung tangan).



Penulis :
Humas Balai Budhi Dharma Bekasi
Editor :
Annisa YH
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :