Kemensos Lantik 68 Orang Tagana Madya dari Seluruh Indonesia

  • Kemensos Lantik 68 Orang Tagana Madya dari Seluruh Indonesia
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.53
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.55
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.56 (1)
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.55 (1)
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.55 (2)
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.56 (2)
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.54
  • WhatsApp Image 2022-10-29 at 15.37.54 (1)

BOGOR (28 Oktober 2022) - Dalam rangka kesiapsiagaan  bencana alam dan meningkatkan kamampuan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kementerian Sosial RI menyelenggarakan pendidikan dan penjenjangan Tagana dari Muda ke Madya. Kegiatan berlangsung selama lima hari di Tagana Center, Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 

Kegiatan Pelatihan Penjenjangan Tagana Tingkat Madya Tahun 2022 yang diikuti oleh 68 peserta  berasal dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Mereka diberikan pelatihan  diantaranya mengenai manajemen posko, shelter, dapur umum, pemberdayaan pengungsi. Dengan adanya penjenjangan ini diharapkan para Tagana Madya memiliki kemampuan manajerial dalam membangun sebuah posko pengungsian yang terintegrasi.

 

Mewakili Plt. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Iyan Kusmadiana melantik para Tagana Madya tersebut menyampaikan harapanya agar para Tagana Madya mampu menjadi pemimpin regu penanggulangan bencana di daerahnya masing-masing.

 

“Tujuan adanya peningkatan penjenjangan Tagana Madya ini adalah agar mereka bisa memonitoring regu dengan baik sehingga dalam pelaksanaan dapat sesuai dengan apa yang diharapkan”, Ujar Iyan.

 

Sementara itu, Irwan Safaria, salah satu peserta asal Riau menyampaikan bahwa pelatihan penjenjangan Tagana Madya memiliki kesan tersendiri. Menurutnya pendidikan yang berlangsung dari 24-28 Oktober 2022, tidak hanya memberikan materi penanganan bencana tapi juga pembentukan mental dan karakter sebagai Tagana Madya.

 

“Yang sangat berkesan adalah ketika dibangunkan secara mendadak tengah malam, dibariskan di lapangan, lalu harus menyebur di kolam, lalu merayap di tanah. Ini benar-benar melatih kita seolah-olah sedang terjadi bencana sungguhan. Disini kami mendapatkan ilmu baru sehingga kami dibentuk untuk menjadi sigap tanggap dalam kebencanaan alam”, kata Irwan.


Penulis :
Setditjen. Linjamsos
Editor :
Dasep Samsul Bahri
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :