Kementerian Sosial Antisipasi Dampak Pandemi terhadap Kehidupan Anak

  • Kementerian Sosial Antisipasi Dampak Pandemi terhadap Kehidupan Anak
  • WhatsApp Image 2021-10-08 at 17.15.43 (1)
  • WhatsApp Image 2021-10-08 at 17.15.41
  • WhatsApp Image 2021-10-08 at 17.15.41 (1)
Makassar (8 Oktober 2021) - Kementerian Sosial terus berupaya menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi Anak, Penyandang Disabilitas, Lanjut Usia, Korban Penyalahgunaan NAPZA dan Tuna Sosial. 

Bantuan ATENSI ini diberikan secara simbolis oleh Wakil Ketua dan Anggota Komisi VIII DPR RI, kepada penerima bantuan ATENSI di Balai Anak Toddopuli Makassar, dengan total senilai Rp. 1.531.027.000.

Penyerahan Bantuan ATENSI yang diserahkan terdiri dari bantuan kewirausahaan untuk 287 orang berupa usaha konveksi, peternakan, warung kelontong, fotografi, desain grafis, bengkel, service elektronik, tenun, souvenir dan sablon. Dua orang menerima bantuan aksesibilitas berupa laptop dan handphone, serta bantuan kebutuhan dasar diserahkan kepada 489 orang berupa sembako, nutrisi dan perlengkapan sekolah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Idit Supriadi Priatna menyampaikan bahwa bantuan ATENSI ini juga diberikan kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 dengan total bantuan senilai Rp. 32.500.000 untuk 63 anak. Bantuan ini juga diserahkan oleh Wakil Ketua dan Anggota Komisi VIII DPR RI kepada 19 anak yatim, piatu dan yatim piatu yang hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.

TB. Ace Hasan Syadzily selaku Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI mengatakan bahwa Kementerian Sosial salah satu diantara kementerian yang paling penting, maka dari itu Komisi VIII DPR RI memiliki suatu perhatian serius untuk mendorong agar pemerintah terutama kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak pandemi atau dampak kehidupan anak-anak.

"Kami, Komisi VIII DPR RI menyetujui bahkan mendorong dan memastikan agar pendidikan anak, sekolah pengasuhan anak sehingga nanti mereka tumbuh dewasa betul-betul mempunyai nasib yang sama dengan mereka yang seusia. Terutama pendidikan yang layak", ucap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

Ace juga menegaskan bahwa pemerintah harus adil memperhatikan terhadap anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 agar benar-benar diperhatikan.

Dalam kesempatan ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga memberikan bantuan sebagai bentuk perhatian serius dari pemerintah senilai Rp.50jt yang berupa bantuan perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah serta bantuan perlengkapan dan sarana masjid.

Salah satu anak yang menerima bantuan ATENSI anak yatim, piatu dan yatim piatu berupa tabungan dalam bentuk ATM, Aurel Rahmadani (13) merupakan anak yang ditinggal Ibunya sejak dua bulan lalu akibat Covid-19. 

Aurel yang memiliki cita-cita sebagai Dokter Anak menyampaikan bantuan yang ia dapatkan untuk menambah biaya sekolah. "Saya ingin sukses dan bisa membanggakan kedua orang tua saya walaupun Ibu telah tiada," harap Aurel.

Bantuan ATENSI juga diterima oleh Satria (38), seorang penyandang disabilitas fisik bagian kaki, bantuan yg diberikan adalah bantuan kewirausahaan berupa mesin jahit yang akan dimanfaatkan untuk melanjutkan usaha vermak. Sebelumnya ia mendapatkan keuntungan Rp.40rb - Rp.50rb/hari.

"Saya merasa senang mendapatkan bantuan ini. Harapan setelah mendapatkan bantuan ini, semoga bisa lebih lancar dan maju lagi, sekarang kan sudah ada mesin ini, jadi bisa membantu," ucap Satria.

Penyerahan Bantuan ATENSI ini dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dan para Pejabat Eselon 2, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI beserta rombongan, Pimpinan BAZNAS beserta jajarannya, Kepala Dinas Sosial Kab/Kota, Kepala Balai Anak Toddopuli Makassar, Balai Wirajaya Makassar, Balai Gau Mabaji Makassar dan Kepala Loka Pangurangi Takalar.



Penulis :
Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial
Editor :
David
Penerjemah :
Karlina Irsalyana

Bagikan :