YOGYAKARTA (16 Oktober 2020) - Kementerian Sosial RI pada
tahun 2020 mempunyai target untuk menggraduasi 1 juta KPM (Keluarga Penerima
Manfaat). KPM adalah Penerima Bantuan di Program Keluarga Harapan.
Dalam menggraduasi KPM
tentunya tidak akan lepas dengan upaya SDM pendamping PKH mendampingi KPM agar
menuju Graduasi mandiri.
Untuk itu Badan Pendidikan
Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) mempunyai peranan penting dalam
penguatan kapasitas pendamping PKH.
“Pendamping PKH garda terdepan
Keberhasilan program PKH, Graduasi PKH harus betul-betul dipastikan bahwa KPM
sudah memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri” Kata
Kepala BP3S, Syahabuddin dalam kegiatan pembukaan Diklat P2k2/Fds Pkh
E-Learning Model Daring BBPPKS Yogyakarta. Jumat (16/10/2020).
Menurut Kepala BP3S, Skema pemberdayaan sosial sebagai komplementaritas program PKH harus segera dilaksanakan melalui kewirausahaan sosial.
“Kedepan kita harus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal terkait segera melaksanakan pelatihan kewirausahaan sosial bagi pendamping sosial maupun bagi KPM” tambah Kepala BP3S
Pria yang juga gemar bersepeda
ini menambahkan jika Kemampuan
kewirausahaan yang dimiliki KPM diharapkan dapat mempercepat kemandirian
penerima PKH dengan kemampuan
kewirausahaan yang dimilikinya.
Untuk informasi Balai Besar
Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta akan melatih sebanyak 4.371 orang pendamping
PKH Wilayah Kerja meliputi 6 (enam)
Provinsi yaitu : DIY, Jawa Tengah, Jawa
Timur, Bali, NTB dan NTT, terdiri dari
146 angkatan yang akan dilaksanakan sebanyak 11 Gelombang.
Gelombang I s.d VIII telah
dilaksanakan dan diikuti oleh 3.359 peserta, selanjutnya gelombang IX dilaksanakan
mulai hari ini tanggal 16 Oktober s.d 27
Oktober 2020 sebanyak 14 angkatan
pararel dengan jumlah peserta 420 orang orang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, , Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.