Loka Lansia "Minaula" Kendari Perkuat ATENSI LU melalui Peningkatan SDM

  • Loka Lansia "Minaula" Kendari Perkuat ATENSI LU melalui Peningkatan SDM
  • 16066297109668
  • 16066297076889
  • 16066297042886

Penulis :
Humas "Minaula" Kendari
Editor :
David Myoga
Penerjemah :
Intan Qonita N

KONAWE SELATAN (27 November 2020) - Loka Lansia "Minaula" Kendari sebagai UPT Kemensos RI di Lingkungan Direktorat Rehabilitasi Sosial melaksanakan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pegawai di Loka Lansia "Minaula" Kendari, Tenaga Profesional Lanjut Usia, dan Pusat Santunan Keluarga (PUSAKA) di delapan wilayah jangkauan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 27 ASN di Lingkungan Loka Lansia "Minaula" Kendari dan 94 PUSAKA dari delapan wilayah jangkauan.

Peningkatan Kapasitas SDM terkait manajemen kasus ini dilaksanakan karena masih banyak lansia yang belum bisa maksimal dalam mengakses sumber-sumber kebutuhannya, keluarga dan lansia memiliki keterbatasan dalam mobilitas fisik, mental, pengetahuan tentang sumber, kematangan, pengalaman, keterampilan verbal dan keterbatasan lainnya, serta mereka tidak mampu bernegosiasi dengan sistem sumber pelayanan sosial yang kompleks dan tidak terkoordinir. 

Syamsuddin selaku Kepala Loka Lansia "Minaula" Kendari menyampaikan, meskipun manajemen kasus sudah sering diterapkan oleh PUSAKA akan tetapi peningkatan kapasitas ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan sehingga dalam melaksanakan manajemen kasus lebih profesional dan memberikan perubahan. 

Hadir sebagai Narasumber Tuti Kartika, Dosen dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung dengan materi "Manajemen Kasus dalam konteks ATENSI LU". Beliau menyampaikan prinsip-prinsip dalam manajemen kasus yaitu keterpaduan pelayanan, keberlanjutan pelayanan, akses yang sama bagi semua, layanan yang berkualitas, advokasi, memandang orang secara komprehensif, pemberdayaan lansia, dan melakukan evaluasi. 

Beliau juga menambahkan Bisnis Proses ATENSI yang pertama berbasis Keluarga dengan melakukan dukungan keluarga dan penguatan keluarga, yang kedua berbasis komunitas dengan penguatan kapasitas PUSAKA dan masyarakat dan yang ketiga berbasis residensial sebagai pilihan terakhir dengan memenuhi hampir seluruh kebutuhan dasar dan terapi.

Linda pengurus dari PUSAKA 20 Provinsi Sulawesi Tenggara, mengatakan bahwa PUSAKA kami baru satu tahun berjalan, tetapi kami sudah memanfaatkan sistem sumber dengan kelurahan di Kota Bau-bau sehingga kami mampu mengidentifikasi 350 lansia yang membutuhkan bantuan dan kami juga bekerja sama dengan pelayanan kesehatan sehingga mampu menghadirkan perawat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan akses bagi lansia ke rumah sakit.

Harapan dari Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Kasus ini adalah PUSAKA dapat memahami sistem pelayanan dan sistem sumber tidak hanya dari Kemensos RI atau Loka Lansia "Minaula" Kendari, PUSAKA bisa menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Setempat, Pelayanan Kesehatan, Perguruan Tinggi, dan Pihak Swasta sehingga bisa memudahkan lansia dalam mengakses dan memenuhi kebutuhannya.
Bagikan :