Mensos Pastikan Bantuan kepada KPM Tepat Sasaran

Mensos Pastikan Bantuan kepada KPM Tepat Sasaran
Penulis :
Imam W. Kalimanto
Editor :
Intan Qonita N
Penerjemah :
Dimas Puguh; Karlina Irsalyana

SURABAYA (12 Desember 2019) - Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P. Batubara bersama Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Andi ZA Dulung mengunjungi Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) Sambikerep Sukses di Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Tujuan dari kedatangan Mensos dan Dirjen PFM tersebut guna memastikan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tepat sasaran dan kesejahteraan mereka pun meningkat.


Saat kedatangan, Mensos RI dan Dirjen PFM disambut oleh Direktur PFM Wilayah III Nur Pujianto beserta para anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang menjadi pengurus e-Warong tersebut.

Setelah penyambutan, Mensospun memberikan arahan kepada KPM yang hadir agar mereka dapat terus berusaha meningkatkan taraf hidup dan lepas dari kemiskinan. "Kalau rakyatnya sejahtera, insyaallah negaranya akan maju, kalau negaranya maju anak-anak kita nanti juga bisa maju," ucap Mensos memotivasi para KPM.

Mensos menjelaskan bahwa untuk membuat rakyat sejahtera, kualitas pendidikan juga harus ditingkatkan. Rencananya pada bulan Februari 2020 akan dikeluarkan Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah yang menjadi salah satu cara untuk memajukan pendidikan anak-anak di Indonesia. "Saya jamin anaknya bisa kuliah, Presiden mengintruksikan pada bulan Februari akan keluar Kartu Indonesia Pintar Kuliah," jelas Mensos.

Mensos menyampaikan bahwa KUBE bukan hanya sekedar berjualan saja namun diharapkan dapat meningkatkan harkat martabat untuk terbebas dari kemiskinan. "KUBE bukan sekedar untuk berjualan tapi mengangkat harkat kehidupan rakyat. Itu esensinya, Saya harapkan supaya dapat graduasi, ibaratkan sekolah ya harus lulus, kecuali pacaran sama gurunya. Kita jangan pacaran terus sama program," gurau mensos kepada KPM untuk membangkitkan semangatnya.

Dengan adanya program KUBE, Mensos berharap agar para penerima semakin berkembang dan kreatif serta dapat keluar dari data terpadu. "Ibu-ibu kan penghasilannya sudah 1 juta perbulan, sudah dapat pemasukan lebih, jadi sudah tidak dibantu lagi. Jadi bisa diberikan yang lebih membutuhkan sesuai dengan sila kelima Pancasila," jelas mensos.

Sebelum meninggalkan lokasi, Mensos memberikan pesan kepada kepala daerah setempat untuk selalu memberikan perhatian serta memotivasi KPM untuk tidak menyerah dalam melakukan kegiatan usaha ini. "Jadi saya kira, saya tidak ingin pidato berpanjang-panjang. Semoga sukses selalu dan untuk pak Lurah tolong untuk para KPM selalu diemong (diasuh) agar sukses selalu," pesan mensos di akhir arahannya.


Bagikan :