Provinsi Banten Targetkan Peningkatan Jumlah KPM Graduasi Tahun 2020

Provinsi Banten Targetkan Peningkatan Jumlah KPM Graduasi Tahun 2020

SERANG (6 Desember 2019) - Provinsi Banten bertekad untuk meningkatkan jumlah KPM Graduasi pada tahun 2020 mendatang. Graduasi Mandiri adalah KPM yang mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan atau PKH secara sukarela karena sudah terlepas dari jerat kemiskinan.

"Tahun 2019 ini terdapat 168 KPM Graduasi Mandiri di seluruh Provinsi Banten. Ke depannya kami targetkan untuk lebih banyak lagi," kata salah seorang pendamping PKH di sela-sela kesibukannya dalam menyiapkan penyambutan kedatangan kunjungan Komisi VIII DPR RI. Bertempat di halaman Kecamatan Serang, kunjungan kerja dilakukan bersama Kementerian Sosial pada Jumat pagi (6/12).

Tiga orang KPM PKH yakni Iroh Musfiroh, Nasih, dan Siti Mulkinah menjadi perwakilan dari 168 KPM Graduasi Mandiri untuk menerima penghargaan dari Kementerian Sosial pada kegiatan pagi ini. Mereka adalah KPM yang telah berhasil lepas dari kemiskinan setelah mendapatkan bantuan dari Program PKH. Bahkan salah satunya telah bisa membuka toko onderdil di Kota Serang. Piagam penghargaan disampaikan oleh Komisi VIII DPR RI didampingi oleh pejabat Kementerian Sosial dan Dinas Sosial setempat. 

Selain kegiatan ramah tamah, anggota Komisi VIII DPR RI dan pejabat Kementerian Sosial didampingi oleh pejabat daerah turut meninjau pelaksanaan simulasi penarikan dana bantuan PKH di mesin ATM serta proses pembelanjaan BPNT di stand e-warong.

"Sangat terbantu dengan adanya program PKH ini. Saya sekarang bisa pake ATM," kata salah seorang KPM PKH sambil menyeka keringat yang mulai membulir di wajahnya dengan ujung jilbabnya. Ia pun berharap ke depannya dengan Program PKH bisa mensejahterakan keluarganya dan menjadikan masa depan anak-anaknya untuk lebih baik lagi.

Tahun ini, Kementerian Sosial menargetkan 7.9% dari 10 juta KPM PKH tergraduasi. Hal ini juga berarti merupakan keberhasilan Kementerian Sosial dalam upayanya mensejahterakan masyarakat Indonesia dan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.


Penulis :
Nia Annisa F
Editor :
Intan Qonita N
Penerjemah :
Dimas Puguh; Karlina Irsalyana

Bagikan :