Kemensos Beri Bantuan dan Tinjau Pembangunan Rumah Kembali Akibat Kebakaran di Baduy

  • Kemensos Beri Bantuan dan Tinjau Pembangunan Rumah Kembali Akibat Kebakaran di Baduy
  • WhatsApp Image 2019-11-04 at 1.13.54 PM
  • WhatsApp Image 2019-11-04 at 1.13.51 PM
  • WhatsApp Image 2019-11-04 at 1.00.34 PM
  • WhatsApp Image 2019-11-04 at 1.02.05 PM
BANTEN (2 November 2019) - Setelah melakukan penyerahan bantuan sosial (bansos) jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana alam tsunami Selat Sunda, pada hari yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat didampingi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Rachmat Koesnadi melakukan kunjungan ke Suku Pedalaman Baduy.

Kunjungan dilakukan dalam kaitannya dengan musibah kebakaran yang sempat melanda sebagian titik di lokasi ini pada pertengahan Bulan September lalu.

Disaksikan oleh Kepala Dinas Sosial Lebak, Eka Dharmana, dan Jaro (Kepala Desa) setempat, Saija, Kemensos secara simbolis menyerahkan bantuan kepada tiga orang korban dari 57 KK yang rumahnya mengalami kebakaran di Kampung Kadu Gede, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak, Banten.

Besaran bantuan yang diberikan mencapai 1,45 milyar rupiah dengan peruntukan bahan bangunan rumah (bbr) dan bantuan untuk isi hunian sementara kepada 52 unit rumah, masing-masing senilai 25 juta rupiah dan 3 juta rupiah.

Selain itu, Kemensos juga memberikan paket berisi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) kepada 40 warga Kampung Kadu Gede. Harry juga secara khusus memberikan satu paket berupa jenis obat-obatan yang diterima oleh Jaro.

Menurut Harry, dirinya begitu bangga melihat kemajuan pembangunan rumah bekas kebakaran yang begitu cepat di Baduy. Ini bukti bahwa mereka menjunjung tinggi sikap gotong royong, bahkan ketika tertimpa musibah sekalipun.

"Kami merasa sangat bangga melihat perkembangan pembangunan rumah, dari mulai kejadian kebakaran yang terjadi, ada upaya yang sangat cepat dari warga untuk membuat tempat tinggal sementara. Bagaimana membangun rumah dengan atap terpal untuk sementara waktu sampai rumah dibangun, dan itu sangat cepat sekali dibandingkan dengan kejadian yang sama di daerah lain. Jadi, ini bukti kegotongroyongan yang luar biasa dari Kampung Kadu Gede", ujar Harry.

Harry terkesan akan sikap gotong royong yang dimiliki warga Baduy dan menginginkan agar sikap seperti ini dapat dijadikan percontohan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Begitu hebatnya kegotongroyongan, kepedulian, kekerabatan dan solidaritas dari warga Baduy. Mari kita pertahankan bersama karena ini merupakan adat istiadat yang sangat baik sekali, bahkan bisa menjadi kekuatan besar untuk memajukan masyarakat Baduy itu sendiri", ujar Harry.

Mudah-mudahan, lanjut Harry, kegotongroyongan ini bisa menjadi contoh buat masyarakat lain, bukan hanya di Banten, tetapi di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Harry mengatakan bahwa pemerintah ingin memastikan bantuan tersalurkan langsung melalui rekening bank kepada yang bersangkutan.

Harapan Harry, dengan adanya kecepatan pembangunan rumah tersebut, warga Kampung Kadu Gede dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak daripada sebelumnya sehingga warga dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala.

Selain menyerahkan bantuan, pada kesempatan tersebut, Dirjen dan rombongan juga menyempatkan untuk meninjau perkembangan pembangunan seluruh rumah di area Kampung Kadu Gede, Desa Kanekes, yang berada di area Baduy Luar ini.

Kampung ini mengalami kebakaran pada 12 September lalu. Kejadian ini menyebabkan 38 rumah dan 75 lumbung padi terbakar habis.

Omo, Kepala RT Kampung Kadu Gede yang rumahnya ikut terbakar mengatakan bahwa ia kehilangan seluruh harta bendanya, termasuk 35 karung padi dan pakaian adat Baduy yang menurutnya begitu bernilai. Namun, bantuan dari Kemensos dirasa cukup membantunya.

"Dari Kementerian Sosial, alhamdulillah, diberikan berupa uang buat bangunan 25 juta untuk pembangunan rumah kembali yang sekarang sedang dalam proses. Ada yang sudah mencapai 80 persen, bahkan ada yang sudah selesai. Lalu, buat huntara 3 juta, dibelikan alat-alat rumah tangga, mulai dari piring sampai baskom", ungkap Omo.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), M. Syafii Nasution, baru berkesempatan menyambangi langsung lokasi bekas kebakaran pada esoknya, Minggu (03/11) dengan didampingi beberapa personel Tagana Lebak.

Dalam kunjungannya, Syafii bermaksud melakukan survei pendahuluan jika Menteri Sosial, ke depan, akan dijadwalkan berkunjung ke lokasi terdampak kebakaran ini guna memantau perkembangan pembangunan rumah-rumah kembali Suku Baduy.

Penulis :
Alif Mufida U
Editor :
Alek Triyono; Annisa YH
Penerjemah :
Alif Mufida U

Bagikan :