Kemensos Tuntaskan Santunan Kematian Korban Banjir NTT

  • Kemensos Tuntaskan Santunan Kematian Korban Banjir NTT
  • WhatsApp Image 2021-04-10 at 15.27.17
FLORES TIMUR (10 April 2021) - Kementerian Sosial menyalurkan santunan ahli waris bagi korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini. 

Sebanyak 120 ahli waris telah mendapatkan santunan sebesar 15 juta rupiah per jiwa dan lima korban luka mendapat santunan masing-masing lima juta rupiah. Jadi, total santunan yang disalurkan sebesar 1,825 miliar rupiah.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sampai dengan tanggal 10 April 2021, untuk korban meninggal di Kabupaten Flores Timur sebanyak 74 jiwa dan Kabupaten Lembata sebanyak 46 jiwa. 

Menindaklanjuti kunjungan kerja Presiden Joko Widodo, bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiyana, menyerahkan santunan kepada ahli waris dalam bentuk uang tunai.

Salah satu ahli waris dari Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Simon Solo Ratu (56) merasa sangat bersyukur lantaran mendapat bantuan langsung dari pemerintah. 

"Yang pertama sekali, saya mau ucapkan terima kasih itu dari Bapak Presiden Jokowi, Ibu Menteri Sosial, sampai ke Bapak Kepala Desa saya, termasuk kita semua yang sementara masih lagi kerja ini. Bantuan ini, saya ucapkan terima kasih yang tidak terhingga," tuturnya sambil terbata-bata menahan tangis. 

Ia mengaku bahwa tiga anggota keluarganya menjadi korban peristiwa banjir bandang yang menerjang tempat tinggalnya, yaitu istri dan dua anaknya, "Dan dari santunan tiga amplop tertulis per amplop 15 juta, saya dapat 45 juta. Dari 45 juta ini, saya ucapkan terima kasih banyak," kata pria yang tampak masih terpukul itu.

Meski hanya santunan, dan tidak bisa mengembalikan keluarganya yang hilang, tapi, menurutnya, itu adalah bentuk penghargaan dari Presiden Joko Widodo, Menteri Sosial Tri Rismaharini, sampai Kepala Desa yang ikut merasa kehilangan. 

Lain halnya dengan warga Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Katrina (47). Kepada kami, ia mengatakan suaminya menjadi korban banjir malam itu. Sementara, uang santunan yang ia terima akan dimanfaatkan untuk modal berdagang. 

"Ini uang akan saya manfaatkan untuk berdagang kembali karena semua barang dagangan saya habis dibawa banjir," katanya menyudahi.

Penulis :
Alek Triyono
Editor :
Intan Qonita N

Bagikan :