Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya Rokok, Berikut 3 Strategi Mensos

Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya Rokok, Berikut 3 Strategi Mensos
Penulis :
Koesworo Setiawan
Penerjemah :
Nia Annisa

JAKARTA (20 Juli 2020) - Ada tiga upaya guna mencegah anak-anak menjadi perokok yang harus didukung oleh semua pihak terkait, sehingga mereka bisa menjadi generasi yang memiliki masa depan.

 

Hal itu disampaikan Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara dalam webinar yang diikuti 400 anak dan digelar oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dengan tema, "Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak dari Budaya Rokok di Masa Pandemi COVID-19," untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020, Senin (20/7/2020).

 

Pertama, harus membatasi akses untuk pembelian rokok bagi anak. Sebab, fakta di lapangan anak-anak itu dapat membeli rokok dengan mudah, bahkan secara ketengan (eceran-red).

 

Tidak hanya membatasi, juga harus merubah pandangan dari anak-anak bahwa merokok itu agar bisa kelihatan lebih gaya, lebih cool, lebih tua, serta lebih gagah.

 

"Kita harus belajar dari negara tetangga, Singapura, di sana akses anak terhadap rokok itu sangat ketat, terlebih di sana orang yang merokok dianggap aneh," ujar Mensos Juliari. 

 

Kedua, merokok merupakan pintu masuk penyalahgunaan narkoba. Terlebih bila lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan lainnya tidak bisa melakukan pencegahahan, maka anak-anak pada tahap berikutnya rentan menjadi pengguna napza seperti cimeng (ganja-red), shabu dan extacy.

 

Perlu diingatkan kepada para orangtua dan semua pihak terkait, bahwa bila anak terjerumus sejak dini akan berdampak selain kerusakan otak tapi juga kehilangan masa depan mereka. 

 

"Harus berupaya sekuat tenaga agar jangan sampai anak-anak terjerumus hal-hal buruk dan jujur harus kita sampaikan itu membuat orangtua dan keluarga bersedih," ungkap Juliari.

 

Ketiga, menaikan harga dan cukai rokok. Melalui program Early Intervention menjadi sangat penting dan SDM unggul yang selalu dikemukakan Presiden RI, Joko Widodo akan tercapai bila tersedia program pencegahan anti rokok.

 

Pencegahan anti rokok bagi anak-anak harus dimulai dari orangtua dengan selalu mengingatkan bahaya rokok, serta memberi pengertian kalau rokok itu adalah pintu masuk penyalahgunaan narkoba.

 

"Ke depan, kehidupan penuh persaingan dan bagi anak-anak yang bisa bertahan adalah yang menjauhi hal-hal yang negatif dan bangsa kita tidak akan menjadi bangsa pemenang kalau anak-anak tidak bisa menjadi pemenang melawan rokok,” kata Juliari.

 

Lebih jauh Mensos Juliari menyampaikan pesan kepada orangtua agar selalu berusaha untuk memberikan pelajaran hidup yang baik bagi anak-anak mereka, sebab harta banyak tidakakan selalu bisa menjamin anak-anak bahagia.

 

“Saya kira inilah peninggalan berupa nilai-nilai positif dengan menjauhi nilai-nilai negatif yang bisa merusak, maka ajarkan pada anak untuk rendah hati dan mendengarkan orang-orang yang lebih pengalaman atau lebih tua,” tandas Juliari.

 

Berbekal semangat untuk mewujudkan anak Indonesia yang unggul dan maju agar bisa membawa Indonesia lebih sejahtera serta disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

 

"Saya ucapkan, Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2020, Anak Terlindungi, Indonesia Maju," tutup Mensos Juliari dalam webinar itu.

 

 

Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Sosial RI
Bagikan :