Diskusikan Akar Masalah Banjir Tahunan, Mensos Sarankan Bupati Gorontalo Bangun Tanggul

Diskusikan Akar Masalah Banjir Tahunan, Mensos Sarankan Bupati Gorontalo Bangun Tanggul
Penulis :
Biro Humas

Mensos ingin memastikan korban bencana mendapatkan bantuan kebutuhan dasar

GORONTALO (30 September 2021) - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan harapan dan doa untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gorontalo. Kepada para penyintas baik dewasa maupun anak-anak, Mensos berharap kondisi segera pulih dan mereka dapat beraktivitas kembali seperti sediakala.

Tiba di lokasi bencana alam di Desa Kayubulan, Kecamatan Limboto dan Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Mensos menyusuri jalan-jalan yang masih tergenang air dengan perahu karet. Di beberapa lokasi, banjir masih mencapai hingga dua meter di beberapa lokasi saat Mensos Risma berkunjung. 

Ia menyapa warga yang masih bertahan di rumahnya satu persatu. Dengan bantuan yang dibawa, Mensos membagikannya langsung kepada warga. 

Mensos yang didampingi Sekjen Kemensos, Harry Hikmat dan anggota Komisi VIII DPR RI, Idah Syahidah Rusli Habibie, anggota DPD RI dari Gorontalo Rahmijati Jahja, dan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, bergerak memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan. 

Selama menyelusuri kawasan bencana, Mensos memperhatikan  dan mempelajari kontur geografi di sekitar lokasi banjir. Apa akar masalah banjir di dua desa tersebut. Mensos mendapat laporan dari jajarannya, setiap tahun bertugas mengatasi dampak bencana banjir di kawasaan ini.

Mensos segera mendapatkan jawaban mengapa daerah tersebut langganan banjir. “Jadi kalau saya lihat ini bagian dari danau, lalu dijadikan perumahan. Pasti ada perbedaan ketinggian karena ini merupakan daerah cekungan,” kata Mensos Risma (29/09).

Setelah mengidentifikasi akar masalah, Mensos memberikan masukan kepada Bupati Nelson Pomalingo agar dibangun tanggul. “Tadi saya minta Pak Bupati untuk pembuatan tanggul,” kata Mensos. Pembangunan tanggul diharapkan menjadi solusi permanen terhadap banjir.

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa Mensos dan rombongan juga menyapa dan memotivasi anak-anak yang mendapatkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Mensos berpesan, agar anak-anak di posko pengungsian tetap semangat dan tidak menyerah meski sering terdampak banjir. 

“Meskipun kebanjiran, meskipun susah, tetap harus semangat belajar ya. Biar sukses,” kata Mensos kepada anak-anak. Anak-anak yang antusias dengan kedatangan Mensos mendoakan agar Mensos panjang umur dan sehat selalu. “Terimakasih banyak ibu, sehat selalu dan panjang umur, kata salah satu anak di posko pengungsian.
 
Dalam kesempatan tersebut, di Desa Kayubulan, Mensos menyalurkan bantuan berupa tenda gulung merah 168 lembar, matras merah 117 lembar, kasur merah 26 lembar, selimut merah 30 lembar, famili kit 45 paket, kid ware  22 paket, food ware 30 paket dan alat dapur keluarga 30 paket. 

Sedangkan bantuan di Desa Buhu Kecamatan Talagajaya terdiri dari makanan siap saji 200 paket, makanan anak (biskuit) 20 paket, family kit 85 paket, food ware 26 paket, kids ware 21 paket, matras merah 162 lembar, tenda gulung merah 88 lembar, selimut merah 85 lembar, alat dapur keluarga 27 paket dan kasur merah 22 lembar. Total bantuan dua lokasi tersebut sebesar Rp270.975.896.

Bencana banjir disebabkan oleh luapan Danau Limboto mengakibatkan 361 KK (1154 jiwa) terdampak banjir di Desa kayu bulan. Sementara di Desa Buhu sebanyak 74 KK (255 jiwa).

Mensos Risma mengungkapkan Kementerian Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Gorontalo sudah hadir kurang lebih hampir 2 minggu di lokasi banjir. Tagana Gorontalo membantu mendata pentinya banjir, menyalurkan kebutuhan logistik, dan mendirikan dapur umum sejak Jumat (24/9).

Dari dapur umum, sebanyak 17.350 paket makanan disalurkan untuk beberapa desa yang terdampak bencana. Tak hanya itu, Kemensos juga mendirikan posko pengungsian di desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya dan memberikan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak korban bencana yang ada di posko pengungsian. 

Diketahui, Desa Kayu Bulan dan Desa Buhu yang dikenal sebagai kampung nelayan itu sudah menjadi langganan banjir. Terbaru, banjir mengenangi kawasan tersebut sejak hari Jumat (24/9) diakibatkan curah yang tinggi sehingga debit air Danau Limboto meluap. 

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial RI 
Bagikan :